<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228</id><updated>2011-07-07T20:55:53.140-07:00</updated><category term='Bangkit'/><category term='Jangan Manjakan Kami'/><category term='Rinduku pada-Nya'/><category term='Makna Air Hujan'/><category term='kran kehidupan'/><category term='Raja Tak Merdeka'/><category term='Syahadat'/><category term='Tukang Rujak'/><category term='Pola Pendidikan vs Kepribadian'/><category term='Hakekat Kemerdekaan'/><category term='Sepucuk Surat untuk Bunda'/><category term='Didi Tarsidi'/><category term='Louis Braile'/><category term='Hellen Adam Skeller'/><category term='Proses itu...'/><category term='Solusi GITa'/><category term='Jin'/><title type='text'>GITa</title><subtitle type='html'>Blog kreasi komunitas tunanetra. berisi artikel menarik seuputar pendidikan dan teknologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-6288846292644426135</id><published>2011-07-02T08:36:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T07:05:21.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syahadat'/><title type='text'>Syahadat</title><content type='html'>Inilah kesaksianku, Inilah pernyataanku, Inilah ikrarku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh memperhambaku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi nafsu terus memperhambaku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh menguasaiku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi kekuasaan terus menguasaiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh menjajahku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi materi terus menjajahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh mengaturku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi benda mati terus mengaturku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh memaksaku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi syahwat terus memaksaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh mengancamku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi rasa takut terus mengancamku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Tak ada yang boleh merekayasaku kecuali Allah&lt;br /&gt;Tapi kepentingan terus merekayasaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah, aku mengharap&lt;br /&gt;Tapi kepada siapa pun&lt;br /&gt;Masya Allah&lt;br /&gt;aku mengharap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah, aku memohon&lt;br /&gt;Tapi kepada siapa pun&lt;br /&gt;Masya Allah&lt;br /&gt;aku memohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah, aku bersimpuh&lt;br /&gt;Tapi kepada apa pun&lt;br /&gt;Masya Allah&lt;br /&gt;aku bersimpuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah, aku bersujud&lt;br /&gt;Tapi kepada apa pun&lt;br /&gt;Masya Allah&lt;br /&gt;aku bersujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;Masya Allah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-6288846292644426135?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/6288846292644426135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=6288846292644426135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/6288846292644426135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/6288846292644426135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/syahadat.html' title='Syahadat'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-193436368635419944</id><published>2011-02-05T12:35:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T07:06:08.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi GITa'/><title type='text'>Gita punya Solusi</title><content type='html'>Terkadang kita merasa aneh saat mendengar istilah tunanetra. Terus bagaimana ya bila kita ingin silaturahmi dengan mereka? Khawatir sikap kita dipandang tak sopan bagi sahabat tunanetra?&lt;br /&gt;Bingung ya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah kali ini Gita punya tips lho bagaimana cara menjinakan tunanetra!&lt;br /&gt;Eh maaf maksudnya menjalin silaturahmi gitu lho.&lt;br /&gt;Istilah tunanetra berasal dari dua kata yaitu tuna berarti tak punya dan netra berarti penglihatan. Jadi tunanetra adalah orang yang tidak mampu memaksimalkan indra penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca tips Gita di bawah ini, insya Allah kita tidak akan merasa canggung bila suatu saat bertemu dengan tunanetra.&lt;br /&gt;Berikut tips mujarab pengusir bingung menghadapi tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Bagi tunanetra pendengaran merupakan pengganti indra penglihatan. Salah satu cara tunanetra mengetahui keadaan sekitar yaitu melalui suara yang dapat direkam secara audio. Misalnya tunanetra baru tahu bila di sekitarnya ada orang lain setelah orang tersebut berbicara. Jadi cara mudah berinteraksi dengan tunanetra adalah penggunaan bahasa lisan ketika berkomunikasi dengan makhluk unik seperti tunanetra. Ingat jangan sekali-kali menggunakan simbol bahasa isyarat, sebab tidak akan berpengaruh bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Jika kita melontarkan sebuah topik pembicaraan kepada tunanetra, jangan lupa untuk memanggil namanya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;    " Mba Dafiani, kalau besok ada kuliah tidak?" Demikian contoh sederhana berkomunikasi dengan sang tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Jika ada keperluan lain seperti menerima telepon atau pergi ke kamar mandi, padahal kita sedang berbincang dengan seorang tunanetra, maka sebelumnya kita berpamitan. Sebab pernah terjadi seorang tunanetra terus berbicara sementara lawan bicaranya sudah meninggalkan tempat tanpa berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Bisa nggak ya bercanda dengan tunanetra?&lt;br /&gt;    Sebenarnya tunanetra adalah makhluk biasa. Di saat-saat tertentu tunanetra kerap bercanda tak terkecuali dengan nontunanetra. Jangan segan untuk tertawa di hadapan tunanetra bila ada hal yang perlu dukungan aksi tawa kita. Lumayan agar tidak canggung dalam berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Ketika kita menuntun seorang tunanetra berjalan, ingat dan jangan lupa memberi tahu jika tangga, parit, air becek dan sebagainya. Upayakan untuk mendeskripsikan keadaan sekitar. Tunanetra juga ingin tahu lho bagaimana keindahan serta aneka ragam kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah sungguh unik ya tunanetra? Ini hanya gambaran lhO! SELANJUTNYA TERSERAH ANDA.&lt;br /&gt;Selamat mencoba, semoga tips Gita kali ini menjadi solusi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-193436368635419944?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/193436368635419944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=193436368635419944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/193436368635419944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/193436368635419944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/gita-punya-solusi.html' title='Gita punya Solusi'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-5516165301772605601</id><published>2011-02-04T16:53:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T07:08:14.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rinduku pada-Nya'/><title type='text'>Rinduku pada-Nya</title><content type='html'>Malam kelam&lt;br /&gt;Kumenangis dan tersiksa&lt;br /&gt;Tak tahu Ia di mana&lt;br /&gt;Rindu membuat kuterpejam dengan-Nya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mana jalan-Nya?&lt;br /&gt;Mana Sang Ilahi?&lt;br /&gt;Mana jernihnya sanubari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tetesan air mata&lt;br /&gt;Sangat berarti untukku&lt;br /&gt;Kubenci kebenaran&lt;br /&gt;Sebelum kudapati cahaya kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatirku karenanya&lt;br /&gt;Nyawa tiada tinggalkan kelam&lt;br /&gt;Jasad terbujur terbalut dosa&lt;br /&gt;Menanti bisikan syurgawi dalam bingkai keimanan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-5516165301772605601?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/5516165301772605601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=5516165301772605601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/5516165301772605601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/5516165301772605601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/rinduku-pada-nya.html' title='Rinduku pada-Nya'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-1966325373646835531</id><published>2011-02-03T15:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T07:07:27.839-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepucuk Surat untuk Bunda'/><title type='text'>Sepucuk Surat untuk Bunda</title><content type='html'>Di atas sehelai kertas putih&lt;br /&gt;Penaku mulai menari&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bunda ...&lt;br /&gt;Apa kabar?&lt;br /&gt;Kuharap semuanya tetap seindah dan semanis&lt;br /&gt;Seperti saat kau nyanyikan aku senandung nina bobo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ... masa kecilku yang manis&lt;br /&gt;Dari kenangan untuk masa-masa itulah&lt;br /&gt;Aku kirimkan sepucuk surat ini&lt;br /&gt;Setelah tangan-tangan waktu&lt;br /&gt;Merenggutku dari pangkuanmu&lt;br /&gt;Dan menghantarkanku&lt;br /&gt;Pada saat dimana aku harus berdiri tegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ternyata tak semudah&lt;br /&gt;Seperti saat aku baru belajar berlari atau mengejar&lt;br /&gt;Segalanya tiba-tiba berubah&lt;br /&gt;Menjadi deretan kenyataan&lt;br /&gt;Yang memaksa setiap diri untuk tidak bersembunyi&lt;br /&gt;Kau benar bunda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat ...&lt;br /&gt;Dulu engkau sering ajari aku untuk menahan sakit&lt;br /&gt;Setiap kali aku jatuh atau terluka&lt;br /&gt;Ketika itu aku tak begitu tahu&lt;br /&gt;Namun saat kau selalu mampu menyimpan air mata&lt;br /&gt;Setiap kali usai musim badai memporakporandakan kedalaman hatimu&lt;br /&gt;Membuatku mengerti&lt;br /&gt;Bahwa kehidupan yang sebenarnya&lt;br /&gt;Tidaklah diciptakan untuk orang yang bermanja-manja dengan kecengengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai bisa membaca jelas setiap jejak langkahmu disini, bunda ...&lt;br /&gt;Ketika aku mulai mengerti tentang apa itu deraan&lt;br /&gt;Bagaimana saat topan keraguan menggoyah langkah-langkah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenangmu&lt;br /&gt;Saat pertama kali kau ajarkan aku cara berdoa&lt;br /&gt;Kau seakan berkata&lt;br /&gt;Jangan pernah takut&lt;br /&gt;Karena sebenarnya hidup memang&lt;br /&gt;Adalah musim badai dan pelangi yang terus dipergantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda ...&lt;br /&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;Kini mungkin tinggal kerinduanku yang seperti sebuah dahaga&lt;br /&gt;Rindu yang menjadi gumaman doa para pengelana&lt;br /&gt;Untuk sebuah kepulangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda ...&lt;br /&gt;Semoga waktu masih menyisakan banyak tempat untuk kita&lt;br /&gt;Merenda hari dan masa&lt;br /&gt;Semanis saat itu&lt;br /&gt;Dan semua yang tak terbatas kata-kata ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, Maret 07&lt;br /&gt;Created by : khansa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-1966325373646835531?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/1966325373646835531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=1966325373646835531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1966325373646835531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1966325373646835531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/sepucuk-surat-untuk-bunda.html' title='Sepucuk Surat untuk Bunda'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-8035449006194505129</id><published>2011-02-01T21:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T07:04:23.834-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tukang Rujak'/><title type='text'>Tukang Rujak</title><content type='html'>Pada suatu sore yang cerah di Wyata Guna, tersebutlah teman kita yang teramat sangat sedang merindukan nikmatnya rujak... Maka Ia pun mencari tukang rujak yang biasa mangkal di Asrama Camar... Namun hati yang senang karena telah terbayang nikmatnya rujak berubah kecewa setelah ternyata tukang rujak tak ada di tempat seperti biasanya. Pikirnya, daripada memendam kekesalan ini sendirian, jiwa iseng teman kita pun muncul... lalu sambil berjalan pulang dari Asrama Camar ke markas di Sekretariat, Ia pun berteriak,” Rujak..rujak...!”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak menyangka akan ada yang tertipu karena pasti temen-teman telah mengenal suaranya... Tiba-tiba begitu mendekati Asrama Kenari, jendela belakang Asrama Kenari pun terbuka... Sebuah suara menyambut, “ Mang, Mang rujaknya satu..!”&lt;br /&gt;Berbalas, “Anda belum beruntung... tukang rujak gak jualan, masa suara temen sendiri gak kenal... kebangetan itu mah.. he..he..he..”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-8035449006194505129?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/8035449006194505129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=8035449006194505129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/8035449006194505129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/8035449006194505129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/tukang-tujak.html' title='Tukang Rujak'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-1537643284208899753</id><published>2008-03-12T21:32:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:33:47.711-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raja Tak Merdeka'/><title type='text'>Raja Tak Merdeka</title><content type='html'>“ Oh, Raja!” ucap Maman dengan diiringi desah seraya meraih sehelai kertas di atas meja. Diraihnya pula CCTV yang terletak di meja yang sama. Ia mulai membaca kertas itu dengan lambat namun hati-hati. Tampaknya Maman tak ingin terlewat satu huruf pun dalam membaca tulisan di atas lembar putih itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk Maman, temanku berbagi resah dan mengungkapkan kegelisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup rasanya diri selalu dikungkung nestapa. Duka dan kepahitan selalu kurasa. Hampir tiada sentosa yang kurasa. Jiwaku terkurung, hatiku terpenjara, pikiranku terbelenggu, dan segenap jiwa ragaku jauh dari apa yang dinamakan kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lelaki, salah seorang pendamba kebebasan di dunia ini; namun mengapa apa yang kudambakan tak kudapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang tampak oleh orang lain sebagai titipan tuhan untuk diriku sebenarnya merupakan titipan Tuhan pada orang tua dan keluargaku yang disalurkan kepadaku. Tahukah dikau Maman bahwa aku tak bahagia dengan penyaluran yang tampaknya berlimpah itu? Dapatkah kau mengatakan padaku apa alasannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman temanku, segenap pemberian orang tuaku menuntut konsekuensi yang aneh dan tidak rela aku menjalaninya. Aku mesti kehilangan kebebasanku. Tak dapat kutentukan jalan hidupku sendiri. Aku manusia yang tak dapat mengambil keputusan, aku lelaki yang nantinya harus menjadi pengayom bagi wanita pilihanku, namun mengapa aku tak diberi kesempatan untuk belajar menentukan sikap dan arah hidupku sendiri. Aku ingin belajar menjadi manusia yang dapat mempertanggungjawabkan apa yang kuputuskan namun mengapa orangtuaku tak memberi kesempatan padaku untuk menjadi pengemudi terhadap kehidupanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman temanku, masa remaja telah kutinggalkan dan semakin hari usiaku semakin menua. Kita tahu bukan bahwa semakin lama kita hidup harus semakin mampu kita memutuskan segala sesuatu dan mempertanggungjawabkan apa yang kita putuskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman temanku, aku bersedih dan berduka tiada terkira. Dari dalam jiwaku yang tertekan terlontar pertanyaan, “Sayangkah orang tua dan keluargaku kepada diriku? Apakah mereka menerima keberadaanku dengan segala kondisiku? Benarkah mereka ingin membahagiakanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman temanku, sungguh beruntung dirimu. Kau masih berpunya sisa penglihatan. Dengan penglihatanmu meski hanya sisa, kau masih dapat menikmati warna-warni dunia. Kau tidak sepertiku yang tak dapat membedakan antara cahaya dan kegelapan. Tak hanya itu, yang lebih penting kau memiliki kebebasan. Sesama manusia menganggapmu serba kekurangan namun bagiku pada hakikatnya dikaulah salah seorang yang dianugerahi kekayaan. Dua huruf m pada nama panggilanmu bagiku merupakan singkatan dari kata “merdeka”. Kau memang sangat merdeka. Kemerdekaan yang disimbolkan dengan kedua huruf m itu bukan ditambahkan menjadi merdeka ditambah merdeka menjadi dua merdeka namun kata “merdeka” itu dikalikan menjadi merdeka pangkat dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman temanku, percuma saja nama “Raja” kusandang bila aku tak punya kuasa untuk menentukan pilihan hidupku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman temanku, kuminta tanggapanmu untuk masalah yang kurasa pelik bagiku. Katakan padaku bagaimana caranya agar aku menjadi manusia merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanmu&lt;br /&gt;Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus Maman diam. Diletakkannya kertas yang telah dibacanya dan CC Tv di atas meja. Tak lama setelah itu dicarinya beberapa helai kertas kosong dan alat untuk menulis huruf Braille yang terdiri atas reglet dan pena berpaku. Ia akan menulis balasan surat dalam huruf Braille. Meski bagi Maman membaca tulisan awas lebih mudah daripada Braille namun menulis tak semudah membaca. Selain itu Maman ingin agar Raja temannya dapat langsung membaca tulisannya tanpa harus mencari bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman mulai menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Raja temanku&lt;br /&gt;Raja temanku yang baik!&lt;br /&gt;Dengan jujur aku mengatakan bahwa tak pernah aku menyangka kamu memiliki permasalahan sepelik itu. Sehari-hari kamu selalu ceria dan kadang-kadang terlalu ceria. Kamu menampilkan diri seperti orang yang paling bahagia diantara teman-teman yang lain. Kamu tidak pernah bercerita padaku waktu aku masih aktif kuliah. Sekarang setelah setengah tahun aku lulus kita tak pernah bertemu lagi. Aku Senang sekali menerima suratmu karena surat yang kau kirimkan padaku kuanggap sebagai tanda ingatmu padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sedih, Raja kamu bukan orang paling malang di dunia. Kamu bisa mendapatkan kemerdekaan dalam hidup kalau kamu sungguh-sungguh berusaha untuk meraihnya. Menurutku, sekarang kamu harus jadi anak yang penurut pada orang tua. Beri mereka cinta dan kasih sayang yang tulus. Persembahkan baktimu sebagai bakti yang harus diberikan seorang anak pada orangtuanya. Jangan pernah dzolimi orang tuamu dengan prasangka yang … Maaf … menurutku itu tak pantas kau sangkakan pada orang tua yang telah berjuang untuk melakukan yang terbaik bagimu. Mereka hanya tidak mengerti akan apa yang kamu butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja, menurutku sekarang tugas kamulah membuat orang tuamu mengerti akan kebutuhanmu. Cobalah untuk berbicara dengan kata-kata yang baik yang kamu keluarkan dari hati yang tulus dan dengan pikiran yang tenang. Kalau cara itu sudah kamu lakukan dan mereka belum juga mengerti, maka carilah orang lain yang dapat membantumu menyadarkan mereka. Kalau kamu belum juga bisa menemukan orangnya, aku siap membantumu. Aku punya teman yang juga tunanetra total seperti kamu. Dia perempuan namun dia mampu mandiri untuk ukuran orang yang tidak melihat. Mungkin dia bisa menjadi inspirasi bagi orang tuamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja, sikap kamu yang baik kepada orang tuamu akan membuat mereka semakin mencintaimu dan siap untuk melakukan apa pun yang terbaik untukmu. Kesungguhanmu untuk membuat mereka mengerti bagaimana cara yang baik untuk mengungkapkan kebaikan akan menjadikan mereka dapat memberi yang terbaik dengan cara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja temanku, kamu harus cepat menyelesaikan skripsimu kalau memang belum selesai dan kalau sudah lulus, segeralah mencari pekerjaan. Kalau kamu sudah bekerja, kamu pasti bisa mandiri dan menghindari interpensi yang berlebihan terhadap diri dan kehidupanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk setiap saat mendekatkan diri pada Ilahi karena Dia yang Memiliki Kebebasan dan dapat memberi kita kebebasan asal digunakan secara bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja komentar dariku, Raja. Maafkan kalau kurang sopan atau tidak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-1537643284208899753?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/1537643284208899753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=1537643284208899753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1537643284208899753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1537643284208899753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/raja-tak-merdeka.html' title='Raja Tak Merdeka'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-8444007444744341585</id><published>2008-03-12T21:31:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T20:34:13.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses itu...'/><title type='text'>Proses itu ...</title><content type='html'>Syahdan dahulu kala di sebuah perdesaan yang subur dan makmur, diceritakan ada seorang petani yang sedang mengerjakan sawahnya. Ia berpikir, padinya harus tumbuh lebih cepat dari padi milik orang lain. Semua cara sudah ia lakukan dengan baik. Namun hasil yang diharapkan rasanya masih jauh. Lalu ia memutar otaknya dan ia menemukan sebuah ide.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Petani itu kemudian bergegas menuju sawahnya dan mulai mengerjakan idenya. Dengan penuh semangat ia melangkah turun kesawah, kemudian ia menarik tanaman padi yang masih pendek itu. Pikirnya dengan sedikit menarik tanaman padinya, padi itu akan sedikit terlihat lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan padi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali ke rumahnya. Dia menceritakan kepada anak istrinya dan seluruh keluarganya bahwa tanaman padinya kini tumbuh dengan baik bahkan lebih dari tanaman yang lain. Beberapa hari kemudian tanaman padi itu semakin layu dan akhirnya mati, karena akarnya yang masih belum kuat tercabut dari tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, dalam menjalani hidup ini, terkadang kita sering merasa bahwa kita telah melakukan sesuatu, sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Namun hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Segenap kemampuan yang kita miliki sudah dikerahkan , namun hanya lelah yang kita dapatkan. Proses waktu begitu lama sehingga banyak merampas kesabaran kita. Disinilah kita dituntut untuk memahami bahwa kita hanya bisa untuk melakukan apa yang disebut proses. Hasil final ditentukan oleh Dzat yang Maha Menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keangkuhan diri, membuat kita merasa segala yang kita lakukan, mutlak muncul dari diri kita sendiri. Keadaan ini semakin tumbuh subur dalam jiwa bahkan berkerak di relung hati. Sebagai akibatnya segala yang kita lakukan ingin serba instan. Tidak peduli jalan yang ditempuh itu salah atau benar, sesuai atau tidak, haram atau halal. Orientasinya hanyalah hasil. Sesaat memang terlihat menampakan hasil, namun kenyataannya hampa tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, ketidakberdayaan kita menghadapi sang waktu merupakan salah satu wujud dari ketundukkan makhluk terhadap Sang Khalik. Detik demi detik berlalu tanpa bisa kita hentikan. Menit demi menit berjalan tanpa bisa kita percepat. Kita hanya diberi kesempatan untuk menggunakannya, untuk apa saja . Dan pertanggungjawabannya menanti di hadapan. (Ipan Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-8444007444744341585?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/8444007444744341585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=8444007444744341585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/8444007444744341585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/8444007444744341585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/proses.html' title='Proses itu ...'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-5792609937168926033</id><published>2008-03-12T21:29:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:34:37.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pola Pendidikan vs Kepribadian'/><title type='text'>Pendidikan Membentuk Kepribadian</title><content type='html'>Dunia hanya tempat sesaat bagi semesta. Sedangkan akhirat lebih abadi. Bila hidup yang diarungi tak berimbang dengan kapasitas ilmu, niscaya bumi tak seiring harapan jiwa. Ibarat memasak, jika aneka bumbu diramu sedemikian rupa, dicampur dengan bahan-bahan masakan yang sarat gizi serta diolah di antara tangan-tangan terampil sesuai resep, tentu sang lidah kembali menagih setelah mengecap nikmat sentuhan lezatnya rasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Ilustrasi ini menunjukan bahwa ilmu sangat berpotensi memodifikasi hal yang sederhana agar lebih berkualitas. Standar ilmu berbanding lurus dengan pola pendidikan keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar. Pola asuh keluarga merupakan tangga pertama bagi anak mengenal dan memahami warna hidup budaya manusia. Karenanya, orang tua wajib memberi contoh baik, guna perkembangan pribadi buah hati tercinta. Pendidikan keluarga termasuk basis pembentukan karakter serta pola pikir anak sejak dini. Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahrim ayat:6, "Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Ayat ini berindikasi bahwa seorang kepala rumah tangga menanggung amanah mendidik keluarga di jalan kebenaran secara hakikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan keluarga betul-betul sangat urgen bagi pembentukan kualitas kepribadian generasi bangsa. Jenjang pendidikan formal maupun nonformal berfungsi sebagai jembatan bagi manusia untuk menuntut ilmu dalam rangka menggali serta mengembangkan potensi. Hanya insan berilmu yang mampu mewujudkan cita-cita setelah diupayakan dengan optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berjanji dalam Alquran, barang siapa yang sarat ilmu kemudian mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan, niscaya ia akan terangkat beberapa derajat dari manusia lain. Sungguh mulia makhluk berilmu. Berbagai problematika hidup seakan mudah dipecahkan. Setiap individu yang terlahir ke muka bumi, sebenarnya memiliki potensi meraih yang terbaik. Satu dari jutaan butir sperma berhasil membuahi indung telur dalam sebuah arena pertarungan akbar. Ternyata pejuang sejati yang berhasil mengalahkan jutaan peserta adalah kita, manusia yang diberi kesempatan menghirup udara duniawi ini. Jadi tak ada alasan untuk mudah menyerah pada jajahan takdir. Seandainya potensi yang dibawa sejak lahir diimbangi kualitas ilmu, maka detik berikutnya akan segera menjelma manusia tangguh, berwawasan luas, berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pun bersabda, "Bila berharap sukses di dunia, raihlah dengan ilmu. Bermimpi sejahtera di akhirat, wujudkan dengan ilmu. Bahkan bercita-cita sukses dunia akhirat, buktikan dengan ilmu." Demikian lugas dan tegas Rasulullah seraya menganjurkan kepada makhluk berakal agar tak henti memburu ilmu hingga kematian memutus rantai perjuangan hidup di dunia. Level pendidikan ibarat nilai penghargaan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishawab.*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-5792609937168926033?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/5792609937168926033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=5792609937168926033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/5792609937168926033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/5792609937168926033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/pola-pendidikan-membentuk-kepribadian.html' title='Pendidikan Membentuk Kepribadian'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-3099949377500402550</id><published>2008-03-12T21:28:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:34:59.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makna Air Hujan'/><title type='text'>Makna Air Hujan</title><content type='html'>Bila kita perhatikan dengan seksama, hujan merupakan proses penguapan air dari bumi karena panasnya sinar matahari sehingga menjadi gumpalan awan. Sesaat kemudian awan pun pudar, menjelmalah butiran air syurgawi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetes demi tetes air hujan perlahan namun pasti, merangsang tanah mati hidup kembali. Tumbuhan di taman yang indah mulai menampakan senyum kian berseri. Katak melompat, burung menari menyongsong hari penuh ceria. Sungai mengalir jernih, sawah gersang berubah menjadi subur dan gembur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan ibarat permata di kesunyian, pelepas dahaga di tengah terik mentari. Hujan mampu memberi warna dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, mungkinkah diri kita dapat menandingi manfaat air hujan bagi semesta? Bila demikian, eksistensi kita sangat dirasa bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa. Rindu hati jika damai, tentram, sejahtera hidup bersama saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara air hujan tak sekedar perumpamaan. Jauh di balik itu kita mampu berkarya demi kemaslahatan umat di dunia dan kelak di akhirat. Kita renungkan bahwa hujan sangat bemanfaat bagi semesta. Bercita-citalah menjadi manusia yang memberi banyak manfaat terhadap orang lain. Niscaya ketenangan dan kesuksesan mudah diraih. Jadikanlah hujan sebagai tauladan dalam kehidupan, agar kita termotivasi untuk terus berkarya membangun negeri yang damai harmoni.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-3099949377500402550?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/3099949377500402550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=3099949377500402550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3099949377500402550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3099949377500402550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/makna-air-hujan.html' title='Makna Air Hujan'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-4226384667546918686</id><published>2008-03-12T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:35:32.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Louis Braile'/><title type='text'>Mengenal Louis Braile</title><content type='html'>Louis Braile dilahirkan 4 Januari 1809 di Bandar Coupvray dekat Paris. Beliau merupakan penggagas tulisan braile, yaitu titik timbul untuk menggantikan huruf dan nomor. Louis Braile mempunyai penglihatan normal ketika kecil. Dia anak keempat dari seorang tukang kulit bernama Simon Rene Braile. Ibunya bernama Monique. Ketika berusia 3 tahun, Louis Braile bermain-main di kedai ayahnya, kemudian sebelah matanya tercucuk sebuah alat untuk melubangi kulit ‘Awl’ tepat di ujungnya yang tajam. Matanya yang sebelah kemudian terjangkit kuman, sehingga kedua belah matanya tidak dapat melihat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Walaupun tunanetra, Louis Braile mendapat dorongan ibu-bapanya dan disekolahkan pada tempat yang mendahului teman sejawatnya. Namun karena kehilangan penglihatan, dia tidak dapat membaca dan menulis. Tahun 1819, ketika berusia sepuluh tahun, Louis Braile mendapatkan beasiswa untuk belajar di Paris, tepatnya di Institute Kanak-kanak tunanetra. Buku-bukunya sukar dibaca penyandang tunanetra. Penggagas institute tersebut, Valentine Hauy, mendapat ide untuk membekali buku dengan huruf timbul untuk dibaca orang buta. Tapi, buku-buku tersebut tetap sukar dibaca, meski tebal dan mahal untuk dibuat, dengan setiap hurufnya setinggi 1 inci. Keadaan di sekolah tersebut amat tegas. Meski bangunan sekolahnya lembab, tapi sekolah tetap melaksanakan sistem disiplin yang tegas sebagaimana sekolah-sekolah lain pada masa itu. Pelajar yang bersalah akan dipukul dengan rotan, dikurung, dan diberi roti keras dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajar tunanetra di sekolah Paris diajarkan kemahiran praktis, seperti menganyam kerusi dan membuat selipar agar mereka dapat mencari nafkah selepas tamat sekolah. Seminggu sekali, mereka dibawa bersiar di taman dengan ikatan di pinggang. Mereka diajari membaca, tetapi tidak untuk menulis. Huruf di buku dibuat dengan menggunakan wayar tembaga yang ditekan pada kertas. Disebabkan setiap huruf perlu dibentuk menggunakan wayar, tunanetra tidak dapat melakukannya dengan sendiri. Di sekolah tersebut hanya terdapat 14 buku seperti itu dan Louis Braile membaca semuanya. Louis Braile merupakan seorang yang berbakat. Dia mempelajari cara bermain cello dan organ ketika masih muda dan bermain di gereja seluruh Bandar Paris. Musik memberikan pendapatan yang tetap dan Louis menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1821, seorang tentara, Charles Barbier de la Serre membuktikan bahwa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda sengkang dapat ditekan di atas kertas tebal untuk digunakan koordinasi ketentaraan pada waktu malam saat berada dalam parit pertahanan. Tetapi cara ini ditolak tentara, sebab sukar dilatihkan ke tentara. Sistem penulisan malam ataupun sonography menggunakan 12 titik dan sengkang yang timbul mewakili bunyi berlainan. Tanda sengkang memakan banyak ruang dan setiap muka surat hanya bisa diisi dengan satu atau dua ayat. Charles menunjukkan cara penggunaan tulisan malam di sekolah Louis yang menerimanya sebagai percobaan. Louis menyadari kebaikan sistem titik timbul dan berusaha memudahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika liburan, Louis menghabiskan waktunya untuk memperbaiki cara penulisan huruf timbul ini. Louis menyadari keselamatan sistem sonography seperti penggunaan asas 12 titik dan penulisan berasaskan bunyi. Ketika berada di bengkel ayahnya, Louis menyentuh alat pembuat lubang ayahnya dan dia mendapatkan ide untuk mendapatkan alat pembuat lubang yang tumpul untuk membentuk tanda titik timbul di atas kertas. Setelah beberapa bulan berusaha, dia mendapati sistem 16 titik timbul sebagai yang terbaik. Louis terus memajukan penulisan Braile selama beberapa tahun, memajukan kode matematik dan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1827, buku Braile pertama dikeluarkan. Bagaimanapun sistem baru ini tidak serta merta diterima. Ini disebabkan terdapat halangan oleh mereka yang tidak memahami keperluan tunanetra dan tidak mau menerima dan menggalakkan penggunaan bentuk tulisan yang tidak bisa dibaca oleh orang biasa. Malah, salah seorang ketua di Sekolah Louis melarang penggunaan tulisan Braile dan membakar buku Braile yang ada. Namun tulisan Braile terus dipelajari dan digunakan oleh pelajar-pelajar dengan cara bersembunyi. Louis senantiasa gigih menyebarkan tulisan Braile dan akhirnya tulisan Braile dapat diterima. Tahun 1834, Louis menyempurnakan sistemnya dan menerbitkan buku cara menulis kata, musik dan lagu dengan menggunakan titik untuk keperluan orang buta dan disusun oleh mereka ”Method of writing words, music, and plain song by means of dots, for use by the blind and arrange by them”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan tulisan Braile, sekarang tunanetra bukan saja dapat membaca, malah dapat menulis dengan menggunakan peralatan tajam meyerupai alat untuk melubangi awl yang membutakan mata Louis dulu. Mereka kini dapat berdikari. Louis menjadi guru di sekolah tempat dia belajar dulu. Louis dikagumi dan dihormati oleh pelajar-pelajarnya karena kegigihannya, tetapi dia tidak dapat melihat sistem penulisan Brailenya diterima masyarakat luas. Louis sering diserang penyakit dan 6 Januari 1852, ketika usianya 43 tahun dia meninggal dunia akibat penyakit batu kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sistem penulisan Braile hampir terkubur. Tetapi beberapa orang penting menyadari nilai ciptaan Louis Braile, sehingga tahun 1868, dr. Thomas Armitage (1824-1890) beserta ketiga rekannya mengasaskan British and foreign society for improving the embossed literature of the blind, pencetak buku Braile terbesar di Eropa dan British. Tahun 1990, tulisan Braile digunakan di seluruh dunia dan diterima oleh hampir semua bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tulisan Braile mudah diperoleh dan kini terdapat pelbagai kod untuk membolehkan penulisan untuk nota musik, bahasa Arab, bahasa Melayu, matematika, dan lain lain. Kini buku-buku Braile boleh dicetak. Terdapat pencetak tulisan Braile, disebut embosser, yang dapat mencetak buku-buku Braile dengan pantas, tetapi masih belum mencetak gambar-gambar untuk digunakan dalam buku-buku Braile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Prancis, kesuksesan Louis diakui sehingga tahun 1952, mayatnya dipindahkan ke Paris di mana Louis dikebumikan di Phanteon, tempat dikebumikannya Hero Naga Prancis. Melalui usaha Louis Braile, beribu-ribu tunanetra, kini dapat membaca dan menulis. (Dikutip dari artikelnya Mohamed Yosri bin Mohamed Yong)*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-4226384667546918686?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/4226384667546918686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=4226384667546918686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/4226384667546918686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/4226384667546918686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/mengenal-louis-braile.html' title='Mengenal Louis Braile'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-1429218661423401807</id><published>2008-03-12T21:19:00.002-07:00</published><updated>2008-03-17T20:35:51.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kran kehidupan'/><title type='text'>Kran Kehidupan</title><content type='html'>Suatu saat saya akan mengambil air wudu. Ketika salah satu pancuran di tempat wudu itu saya buka, ternyata krannya rusak. Kran itu tidak mengeluarkan air setetes pun, kering, tak ada basah sedikit pun. Terpaksa saya berpindah ke pancuran yang lainnya. Saat kran lain dibuka, keluarlah air dengan derasnya, lalu saya perkecil agar tidak habis begitu saja. Mungkin seringkali kejadian sehari-hari seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, semua yang terjadi dalam kehidupan kita pasti bukan tanpa maksud. Sesuatu yang lumrah terjadi, begitu saja luput dari perhatian kita. Air mengalir pasti melalui salurannya dan untuk mengaturnya dibutuhkan kran agar terkontrol sesuai dengan kebutuhan. Besar kecilnya air diatur oleh kita dengan batuan kran. Sesaat cara kerja kran ini sangat sederhana, namun sangat bermanfaat bagi kita. Bahkan ketika kran itu berfungsi dengan baik, ia akan dialirii oleh air dan sedikit banyaknya air pun akan membasahinya.&lt;br /&gt;So, Sudahkah kita menjadi kran yang baik? menjadi jalan kebaikan bagi semua orang? Tentunya jika kita berbuat sesuatu pasti akan kembali lagi pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia tiada hanya tinggal amal”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-1429218661423401807?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/1429218661423401807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=1429218661423401807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1429218661423401807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1429218661423401807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/kran-kehidupan_12.html' title='Kran Kehidupan'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-6978553491764104835</id><published>2008-03-12T21:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T21:20:25.401-07:00</updated><title type='text'>Kran Kehidupan</title><content type='html'>Suatu saat saya akan mengambil air wudu. Ketika salah satu pancuran di tempat wudu itu saya buka, ternyata krannya rusak. Kran itu tidak mengeluarkan air setetes pun, kering, tak ada basah sedikit pun. Terpaksa saya berpindah ke pancuran yang lainnya. Saat kran lain dibuka, keluarlah air dengan derasnya, lalu saya perkecil agar tidak habis begitu saja. Mungkin seringkali kejadian sehari-hari seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, semua yang terjadi dalam kehidupan kita pasti bukan tanpa maksud. Sesuatu yang lumrah terjadi, begitu saja luput dari perhatian kita. Air mengalir pasti melalui salurannya dan untuk mengaturnya dibutuhkan kran agar terkontrol sesuai dengan kebutuhan. Besar kecilnya air diatur oleh kita dengan batuan kran. Sesaat cara kerja kran ini sangat sederhana, namun sangat bermanfaat bagi kita. Bahkan ketika kran itu berfungsi dengan baik, ia akan dialirii oleh air dan sedikit banyaknya air pun akan membasahinya.&lt;br /&gt;So, Sudahkah kita menjadi kran yang baik? menjadi jalan kebaikan bagi semua orang? Tentunya jika kita berbuat sesuatu pasti akan kembali lagi pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia tiada hanya tinggal amal”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-6978553491764104835?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/6978553491764104835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=6978553491764104835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/6978553491764104835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/6978553491764104835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/kran-kehidupan.html' title='Kran Kehidupan'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-1296726459590787787</id><published>2008-03-12T21:17:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:36:45.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jin'/><title type='text'>JIN</title><content type='html'>Dalam suatu perbincangan, ada yang nyeletuk, “ Kita itu harus percaya pada mahkluk ghaib, seperti jin..walaupun kita tidak bisa melihatnya. ”&lt;br /&gt;“ Memang jin itu tidak bisa terlihat ya?&lt;br /&gt;“ Iya, karena ia termasuk mahkluk halus..”&lt;br /&gt;“ Kalau begitu, kamu juga termasuk jin... saya kan tidak bisa melihatmu..?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-1296726459590787787?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/1296726459590787787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=1296726459590787787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1296726459590787787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/1296726459590787787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/jin.html' title='JIN'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-4265835115774197560</id><published>2008-03-12T21:14:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T20:37:11.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Manjakan Kami'/><title type='text'>Jangan Manjakan Kami</title><content type='html'>Pendidikan dan taraf hidup lebih baik tentunya sangat diharapkan oleh setiap insan yang ada di muka bumi ini. Dari mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi, setiap orang berlomba-lomba untuk menempuhnya bahkan terjadi persaingan di dalamnya. Begitu pula dengan harta, orang-orang seolah-olah berlomba untuk mendapatkan dan mengumpulkan demi terjaminya hari esok di tengah-tengah kehidupan negara yang perekonomianya tidak pasti ini. Kedua hal tersebut diatas, dilakukan manusia tidak semata-mata untuk melaksanakan rutinitas harian belaka, melainkan untuk mengais dan menjemput rizki yang telah dijanjikan Allah SWT dalam firman –Nya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; “ Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS Al Jumu’ah 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya kami para penyandang Tunanetra, sebagai salah satu elemen bangsa yang konon katanya disamakan derajatnya oleh bangsa tercinta ini baik itu dalam haknya maupun kewajibanya dengan segenap elemen negara lainya yang sempurna secara fisik, kami selalu berusaha untuk memperbaiki taraf hidup baik itu dalam bidang pendidikan apa lagi masalah ekonomi. Dengan bekal semangat dan sebuah harapan yang cerah akan adanya hari esok yang lebih baik dan cerah, kami menjalankan amanah yang dititipkan Allah kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterbatasan penglihatan, para tunanetra berusaha berjuang dalam berbagai bidang agar tidak tertinggal dengan orang-orang yang sempurna secara fisik. Dari mulai pendidikan formal hingga pendidikan nonformal ditempuh oleh masing-masing tunanetra yang mempunyai kepentingan serta tujuan tersendiri. Mereka yang menempuh pendidikan non formal bermaksud untuk mencari jatidirinya dengan menggali potensi yang dimilikinya, dengan berbagai keterampilan yang mereka dapatkan baik itu dari berbagai lembaga resmi maupun secara autodidak dari lingkungan sekitar mereka tinggal, pada akhirnya mampu menyambung kehidupanya. Sedangkan mereka yang menempuh jalur pendidikan formal, selain usia yang masih memungkinkan untuk menempuh jalur tersebut, pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama, namun cara dan jenis pendidikanlah yang membedakanya. Berkat perjuangan gigih dan tak kenal lelah, akhirnya mereka dapat merasakan hasil jerih payahnya, ada yang berhasil menjadi dosen, pengajar, seniman dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan antara sesama tunanetra, bahkan orang sekitarnyapun dapat merasakan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial yang memiliki kekurangan secara fisik, tentunya tunanetra perlu melakukan hubungan interaksi dengan orang di sekitarnya. Hubungan tersebut dapat dilakukan terhadap para penyandang cacat fisik lainya maupun terhadap mereka yang memiliki kesempurnaan secara fisiknya. Intensitas interaksi antara tunanetra dengan orang normal tentunya sering dilakukan, hal tersebut mengapa terjadi? Tentunya kita semua tahu kalau orang tunanetra itu tidak dapat melihat. Secara sederhana Tunanetra dapat diartikan peinglihatan yang tidak normal, biasanya disebut memiliki ketajaman penglihatan 20/20 (Pueschel, 1988:p.63). Ketajaman penglihatan diukur melalui membaca huruf-huruf, angka-angka atau simbol-simbol lain pada chart sejauh 20 kaki (Heward &amp; Orlanskay, 1988.p.296). Ukuran ketajaman penglihatan ini menunjukan bahwa seseorang dapat melihat suatu benda pada jarak 20 kaki seperti yang dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman normal pada jarak 40 kaki. Penglihatan seseorang dikatakan betul-betul terganggu apabila ia mempunyai ketajaman penglihatan 20/2000, yaitu ketajaman yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki yang umumnya dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman penglihatan normal pada jarak 200 kaki. Orang yang tidak memiliki ketajamaan penglihatan sama sekali atau yang visus matanya 0 disebut buta. Dalam istilah lain, Perkatan tunanetra dapat dikatakan sebagai tidak dapat melihat (kamus besar Bahasa Indonesia, 1982 : 971). Dan menurut literatur berbahasa Inggris Visually handicapped atau visually impaired pada umumnya orang mengira bahwa tunanetra identik degan buta. Padahal tidak demikian karena tunanetra dapat diklafikasikan dalam beberapa katagori atau yang mengalami gangguan penglihatan dapat didefinisikan sebagai mata yang rusak penglihatanya yang walaupun dibantu dengan perbaikan masih mempunyai pengaruh yang merugikah bagi anak yang bersangkutan (Scholl,1986:p.29). Pengertian ini mencakup anak yang masih memiliki sisa penglihatan dan yang buta. Jadi sangat perlu bantuan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reader atau pembaca adalah teman baik tunanetra selama ini, layaknya gula dan semut dimana terdapat reader disitu pasti akan didatangi oleh tunanetra. Ia merupakan mata bagi tunanetra, seorang reader mampu membantu tunanetra dalam berbagai hal, entah itu membacakan buku-buku pelajaran, novel atau Cuma sekedar membacakan Koran. Tak hanya itu, ia pula dapat membantu untuk mendampingi mengerjakan tugas baik sekolah maupun perkuliahan, mendampingi ketika saat ujian atau menjadi teman curhat! Pokoknya masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan oleh reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring dengan hal tersebut, sebagian tunanetra seolah-olah merasa terninabobokan dimanjakan oleh kehadiran reader, karena semakin dekat hubungan diantara mereka, seorang reader merasa terlalu sayangnya terhadap tunanetra atau merasa iba, ia memberikan bantuan yang berlebihan. Ia diminta untuk mengerjakan seluruh tugas-tugas sekolah mereka, baik itu LKS, pembuatan makalah, atau jenis tugas lain yang memerlukan pemikiran dari si anak (tunanetra) tersebut, namun dikerjakan seluruhnya oleh reader tanpa melibatkan anak tersebut. Keadaan seperti itu selain menyita waktu dan tenaga sang reader, juga dapat berdampak kurang baik terhadap tunanetra yang bersangkutan. Ia akan menjadi malas, menganggap semua persoalan dapat dikerjakan dengan mudah, dan menumbuhkan mental yang buruk, lepas dari tanggung jawab terhadap tugas yang semestinya dilakukan olehnya. Mungkin lebih dari pada itu, suatu saat kelak di saat tiba waktunya ia terjun langsung ke masyarakat luas, ia akan kelabakan dan kebingungan karena tidak dapat mengaplikasikan segala ilmu yang telah ditempuhnya, sebab ketergantungannya terhadap reader. Tunanetra tidak mampu melakukan tugas yang semestinya ia mampu untuk melakukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali Penulis temukan hal tersebut di atas. Interaksi antara Reader dengan tunanetra yang penulis anggap negatif itu sudah menjadi pandangan umum. Ada hal yang tidak penulis pahami dalam masalah ini, apakah reader tersebut belum mengerti mengenai bagaimana seharusnya ia memberikan bantuan terhadap tunanetra, ataukah tunanetranya sendiri yang tidak dapat menempatkan dirinya sebagai orang yang dibantu?&lt;br /&gt;Pelik memang kalau tidak dicari jalan solusinya. Bantuan dari reader memang sangat dibutuhkan oleh para tunanetra, namun bantuan yang bagaimana yang seharusnya diberikan? Ada bantuan yang bersifat mendidik dan ada pula bantuan yang bersifat menyesatkan. Bantuan yang bersifat mendidik adalah bantuan yang dapat membuat tunanetra itu sendiri mampu berkembang dan membuka pola pikir dalam menyelesaikan segenap permasalahan yang timbul disekitarnya, sehingga ia kelak mampu menjadi orang yang tangguh dan siap untuk menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya serta mampu mengaplikasikan segenap pengetahuan dan pengelaman yang telah ia dapat sebelumnya untuk terjun kedunia yang nyata. Sedangkan bantuan yang bersifat menyesatkan yaitu bantuan yang secara tidak langsung membuat tunanetra menjadi lemah karenanya, ia menjadi tergantung kepada reader dan tumbuh sikap mental yang kurang baik dan berpengaruh terhadap kehidupanya di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbuat baik kepada sesama adalah perlu kiranya kita mempertimbangkan apakah bantuan yang dilakukan itu sudah baik ataukah bantuan tersebut malah akan menjerumuskan kepada orang yang dibantu. Bantuan yang sewajarnya, tidak berlebihan serta bersifat mendidik adalah lebih baik jika diberikan kepada tunanetra, yang pada akhirnya tunanetra mampu untuk hidup mandiri, tidak menjadi beban bagi orang lain sebagaimana menjadi image dalam masyarakat bahwa orang cacat hanya akan menyusahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi antara reader dengan tunanetra baik disadari atau tidak di dalamnya terjadi simbiosis mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan). Hal tersebut terbukti bahwa banyak para Reader yang mengungkapkan kalau menjadi Reader adalah kegiatan yang sangat menyenangkan sampai-sampai membuat segenap permasalahanya jadi hilang setelah main dan menjadi Reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai para readerku, kalian adalah mata bagi kami, perantara kami untuk melihat jendela dunia, hingga kami mampu meraih cita dan harapan. Kalian merupakan teman kami, tempat bercanda dan mencurahkan segenap rasa penat dalam hati kami. Bantulah kami untuk meraih masa depan dengan segenap keikhlasanmu. Jangan kalian lenakan kami melalui bantuan- bantuan yang telah kalian berikan. Kalian Laksana kakak yang membantu kepada adiknya, yang mengingatkan kami mana yang benar mana dan mana yang salah. Budi serta jasa kalian takkan terbalaskan oleh timbangan permata. Ikatan kita takkan legam ditelan waktu. (By : Heri)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-4265835115774197560?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/4265835115774197560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=4265835115774197560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/4265835115774197560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/4265835115774197560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/jangan-manjakan-kami_12.html' title='Jangan Manjakan Kami'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-4526855471788615072</id><published>2008-03-12T21:14:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:37:34.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Manjakan Kami'/><title type='text'>Jangan Manjakan Kami</title><content type='html'>Pendidikan dan taraf hidup lebih baik tentunya sangat diharapkan oleh setiap insan yang ada di muka bumi ini. Dari mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi, setiap orang berlomba-lomba untuk menempuhnya bahkan terjadi persaingan di dalamnya. Begitu pula dengan harta, orang-orang seolah-olah berlomba untuk mendapatkan dan mengumpulkan demi terjaminya hari esok di tengah-tengah kehidupan negara yang perekonomianya tidak pasti ini. Kedua hal tersebut diatas, dilakukan manusia tidak semata-mata untuk melaksanakan rutinitas harian belaka, melainkan untuk mengais dan menjemput rizki yang telah dijanjikan Allah SWT dalam firman –Nya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; “ Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS Al Jumu’ah 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya kami para penyandang Tunanetra, sebagai salah satu elemen bangsa yang konon katanya disamakan derajatnya oleh bangsa tercinta ini baik itu dalam haknya maupun kewajibanya dengan segenap elemen negara lainya yang sempurna secara fisik, kami selalu berusaha untuk memperbaiki taraf hidup baik itu dalam bidang pendidikan apa lagi masalah ekonomi. Dengan bekal semangat dan sebuah harapan yang cerah akan adanya hari esok yang lebih baik dan cerah, kami menjalankan amanah yang dititipkan Allah kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterbatasan penglihatan, para tunanetra berusaha berjuang dalam berbagai bidang agar tidak tertinggal dengan orang-orang yang sempurna secara fisik. Dari mulai pendidikan formal hingga pendidikan nonformal ditempuh oleh masing-masing tunanetra yang mempunyai kepentingan serta tujuan tersendiri. Mereka yang menempuh pendidikan non formal bermaksud untuk mencari jatidirinya dengan menggali potensi yang dimilikinya, dengan berbagai keterampilan yang mereka dapatkan baik itu dari berbagai lembaga resmi maupun secara autodidak dari lingkungan sekitar mereka tinggal, pada akhirnya mampu menyambung kehidupanya. Sedangkan mereka yang menempuh jalur pendidikan formal, selain usia yang masih memungkinkan untuk menempuh jalur tersebut, pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama, namun cara dan jenis pendidikanlah yang membedakanya. Berkat perjuangan gigih dan tak kenal lelah, akhirnya mereka dapat merasakan hasil jerih payahnya, ada yang berhasil menjadi dosen, pengajar, seniman dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan antara sesama tunanetra, bahkan orang sekitarnyapun dapat merasakan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial yang memiliki kekurangan secara fisik, tentunya tunanetra perlu melakukan hubungan interaksi dengan orang di sekitarnya. Hubungan tersebut dapat dilakukan terhadap para penyandang cacat fisik lainya maupun terhadap mereka yang memiliki kesempurnaan secara fisiknya. Intensitas interaksi antara tunanetra dengan orang normal tentunya sering dilakukan, hal tersebut mengapa terjadi? Tentunya kita semua tahu kalau orang tunanetra itu tidak dapat melihat. Secara sederhana Tunanetra dapat diartikan peinglihatan yang tidak normal, biasanya disebut memiliki ketajaman penglihatan 20/20 (Pueschel, 1988:p.63). Ketajaman penglihatan diukur melalui membaca huruf-huruf, angka-angka atau simbol-simbol lain pada chart sejauh 20 kaki (Heward &amp; Orlanskay, 1988.p.296). Ukuran ketajaman penglihatan ini menunjukan bahwa seseorang dapat melihat suatu benda pada jarak 20 kaki seperti yang dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman normal pada jarak 40 kaki. Penglihatan seseorang dikatakan betul-betul terganggu apabila ia mempunyai ketajaman penglihatan 20/2000, yaitu ketajaman yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki yang umumnya dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman penglihatan normal pada jarak 200 kaki. Orang yang tidak memiliki ketajamaan penglihatan sama sekali atau yang visus matanya 0 disebut buta. Dalam istilah lain, Perkatan tunanetra dapat dikatakan sebagai tidak dapat melihat (kamus besar Bahasa Indonesia, 1982 : 971). Dan menurut literatur berbahasa Inggris Visually handicapped atau visually impaired pada umumnya orang mengira bahwa tunanetra identik degan buta. Padahal tidak demikian karena tunanetra dapat diklafikasikan dalam beberapa katagori atau yang mengalami gangguan penglihatan dapat didefinisikan sebagai mata yang rusak penglihatanya yang walaupun dibantu dengan perbaikan masih mempunyai pengaruh yang merugikah bagi anak yang bersangkutan (Scholl,1986:p.29). Pengertian ini mencakup anak yang masih memiliki sisa penglihatan dan yang buta. Jadi sangat perlu bantuan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reader atau pembaca adalah teman baik tunanetra selama ini, layaknya gula dan semut dimana terdapat reader disitu pasti akan didatangi oleh tunanetra. Ia merupakan mata bagi tunanetra, seorang reader mampu membantu tunanetra dalam berbagai hal, entah itu membacakan buku-buku pelajaran, novel atau Cuma sekedar membacakan Koran. Tak hanya itu, ia pula dapat membantu untuk mendampingi mengerjakan tugas baik sekolah maupun perkuliahan, mendampingi ketika saat ujian atau menjadi teman curhat! Pokoknya masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan oleh reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring dengan hal tersebut, sebagian tunanetra seolah-olah merasa terninabobokan dimanjakan oleh kehadiran reader, karena semakin dekat hubungan diantara mereka, seorang reader merasa terlalu sayangnya terhadap tunanetra atau merasa iba, ia memberikan bantuan yang berlebihan. Ia diminta untuk mengerjakan seluruh tugas-tugas sekolah mereka, baik itu LKS, pembuatan makalah, atau jenis tugas lain yang memerlukan pemikiran dari si anak (tunanetra) tersebut, namun dikerjakan seluruhnya oleh reader tanpa melibatkan anak tersebut. Keadaan seperti itu selain menyita waktu dan tenaga sang reader, juga dapat berdampak kurang baik terhadap tunanetra yang bersangkutan. Ia akan menjadi malas, menganggap semua persoalan dapat dikerjakan dengan mudah, dan menumbuhkan mental yang buruk, lepas dari tanggung jawab terhadap tugas yang semestinya dilakukan olehnya. Mungkin lebih dari pada itu, suatu saat kelak di saat tiba waktunya ia terjun langsung ke masyarakat luas, ia akan kelabakan dan kebingungan karena tidak dapat mengaplikasikan segala ilmu yang telah ditempuhnya, sebab ketergantungannya terhadap reader. Tunanetra tidak mampu melakukan tugas yang semestinya ia mampu untuk melakukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali Penulis temukan hal tersebut di atas. Interaksi antara Reader dengan tunanetra yang penulis anggap negatif itu sudah menjadi pandangan umum. Ada hal yang tidak penulis pahami dalam masalah ini, apakah reader tersebut belum mengerti mengenai bagaimana seharusnya ia memberikan bantuan terhadap tunanetra, ataukah tunanetranya sendiri yang tidak dapat menempatkan dirinya sebagai orang yang dibantu?&lt;br /&gt;Pelik memang kalau tidak dicari jalan solusinya. Bantuan dari reader memang sangat dibutuhkan oleh para tunanetra, namun bantuan yang bagaimana yang seharusnya diberikan? Ada bantuan yang bersifat mendidik dan ada pula bantuan yang bersifat menyesatkan. Bantuan yang bersifat mendidik adalah bantuan yang dapat membuat tunanetra itu sendiri mampu berkembang dan membuka pola pikir dalam menyelesaikan segenap permasalahan yang timbul disekitarnya, sehingga ia kelak mampu menjadi orang yang tangguh dan siap untuk menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya serta mampu mengaplikasikan segenap pengetahuan dan pengelaman yang telah ia dapat sebelumnya untuk terjun kedunia yang nyata. Sedangkan bantuan yang bersifat menyesatkan yaitu bantuan yang secara tidak langsung membuat tunanetra menjadi lemah karenanya, ia menjadi tergantung kepada reader dan tumbuh sikap mental yang kurang baik dan berpengaruh terhadap kehidupanya di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbuat baik kepada sesama adalah perlu kiranya kita mempertimbangkan apakah bantuan yang dilakukan itu sudah baik ataukah bantuan tersebut malah akan menjerumuskan kepada orang yang dibantu. Bantuan yang sewajarnya, tidak berlebihan serta bersifat mendidik adalah lebih baik jika diberikan kepada tunanetra, yang pada akhirnya tunanetra mampu untuk hidup mandiri, tidak menjadi beban bagi orang lain sebagaimana menjadi image dalam masyarakat bahwa orang cacat hanya akan menyusahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi antara reader dengan tunanetra baik disadari atau tidak di dalamnya terjadi simbiosis mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan). Hal tersebut terbukti bahwa banyak para Reader yang mengungkapkan kalau menjadi Reader adalah kegiatan yang sangat menyenangkan sampai-sampai membuat segenap permasalahanya jadi hilang setelah main dan menjadi Reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai para readerku, kalian adalah mata bagi kami, perantara kami untuk melihat jendela dunia, hingga kami mampu meraih cita dan harapan. Kalian merupakan teman kami, tempat bercanda dan mencurahkan segenap rasa penat dalam hati kami. Bantulah kami untuk meraih masa depan dengan segenap keikhlasanmu. Jangan kalian lenakan kami melalui bantuan- bantuan yang telah kalian berikan. Kalian Laksana kakak yang membantu kepada adiknya, yang mengingatkan kami mana yang benar mana dan mana yang salah. Budi serta jasa kalian takkan terbalaskan oleh timbangan permata. Ikatan kita takkan legam ditelan waktu. (By : Heri)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-4526855471788615072?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/4526855471788615072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=4526855471788615072' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/4526855471788615072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/4526855471788615072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/jangan-manjakan-kami.html' title='Jangan Manjakan Kami'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-7259719734680986729</id><published>2008-03-12T21:12:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T20:37:56.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hellen Adam Skeller'/><title type='text'>Hellen Adam Skeller</title><content type='html'>Helen Adams Keller (Alabama, 1880-1968) lahir 27 Juni 1880, Ivy Green, Tuscumbia, dengan ayah Kapten Arthur H Keller dan ibu Kate Adams Keller. Ia sebenarnya tidak terlahir buta dan tuli (sekaligus bisu), hingga usia 19 bulan ketika semua keterbatasan itu datang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1886, ibunya yang terinspirasikan sebuah catatan Charles Dickens dalam American Notes tentang pendidikan yang sukses untuk anak buta-tuli memutuskan pergi ke Baltimore. Menemui Alexander Graham Bell, seorang penemu besar yang saat itu juga sedang menangani anak-anak tuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell menyarankan pasangan itu ke Institute Perkins for The Blind, di Boston, Massachusetts. Institut itu kemudian mengirimkan Anne Sullivan, yang juga bermasalah dengan penglihatan dan baru berusia 20 tahun untuk menjadi guru Helen. Maka dimulailah hubungan selama 49 tahun yang menakjubkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sullivan mendapatkan ijin ayah Helen untuk mengisolasi gadis kecil yang nakal, tidak disiplin itu di taman rumah mereka. Setelah begitu banyak kesulitan, Helen akhirnya menemukan cara untuk berkomunikasi ketika ia menyadari gerakan jari gurunya di telapak tangan bersamaan dengan aliran air sebagai simbol dari kata: air. Kemampuan yang kemudian membuatnya menghujani gurunya dengan begitu banyak pertanyaan . Apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1890, Helen mulai belajar bicara dengan menggunakan metode Tadoma. Ia juga kemudian menguasai membaca huruf Braille dalam lima bahasa: Inggris, Prancis, Jerman, Yunani dan Latin. Tahun 1904, pada umur 24 tahun, Helen lulus dari Radcliffe dengan gelar magna cum laude, menjadi orang buta pertama di seluruh dunia yang lulus dari universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen menjadi pembicara dan penulis yang amat terkenal di dunia. Ia aktivis kemanusiaan, mendirikan Helen Keller International untuk mencegah lebih banyak lagi kasus kebutaan di masyarakat. Mengelilingi lebih dari 39 negara bersama gurunya. Memiliki teman dan kolega yang amat terkenal mulai dari Lyndon B Johnson, Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin dan Mark Twain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidupnya sudah difilmkan berkali-kali. The Miracle Worker (1962), mendapatkan penghargaan Oscar untuk pemeran artis terbaik (Anne Bancroft yang memerankan Anne Sullivan), dan pemeran artis pendukung terbaik (Patty Duke yang memerankan Helen Keller).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen menulis sebelas buku dan sejumlah artikel, warisannya pada dunia. Tapi di atas itu semua, Helen mewariskan semangat hidup luar biasa yang pernah ada. Optimisme. Ia bisa melakukan banyak hal dibandingkan orang-orang yang justru bisa melihat dan bisa mendengar. Gadis kecil yang buta, tuli, (sekaligus juga bisu), yang seolah terputus dunia dan seisinya. Melakukan banyak hal! Kita? Ah, urusan ini seharusnya membuat malu dan berpikir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: catatan pada “ Moga Bunda Disayang Allah” karya tere-liye, Republika, 2006.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-7259719734680986729?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/7259719734680986729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=7259719734680986729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/7259719734680986729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/7259719734680986729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/hellen-adam-skeller_12.html' title='Hellen Adam Skeller'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-7387845908204089517</id><published>2008-03-12T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:38:17.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hellen Adam Skeller'/><title type='text'>Hellen Adam Skeller</title><content type='html'>Helen Adams Keller (Alabama, 1880-1968) lahir 27 Juni 1880, Ivy Green, Tuscumbia, dengan ayah Kapten Arthur H Keller dan ibu Kate Adams Keller. Ia sebenarnya tidak terlahir buta dan tuli (sekaligus bisu), hingga usia 19 bulan ketika semua keterbatasan itu datang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1886, ibunya yang terinspirasikan sebuah catatan Charles Dickens dalam American Notes tentang pendidikan yang sukses untuk anak buta-tuli memutuskan pergi ke Baltimore. Menemui Alexander Graham Bell, seorang penemu besar yang saat itu juga sedang menangani anak-anak tuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell menyarankan pasangan itu ke Institute Perkins for The Blind, di Boston, Massachusetts. Institut itu kemudian mengirimkan Anne Sullivan, yang juga bermasalah dengan penglihatan dan baru berusia 20 tahun untuk menjadi guru Helen. Maka dimulailah hubungan selama 49 tahun yang menakjubkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sullivan mendapatkan ijin ayah Helen untuk mengisolasi gadis kecil yang nakal, tidak disiplin itu di taman rumah mereka. Setelah begitu banyak kesulitan, Helen akhirnya menemukan cara untuk berkomunikasi ketika ia menyadari gerakan jari gurunya di telapak tangan bersamaan dengan aliran air sebagai simbol dari kata: air. Kemampuan yang kemudian membuatnya menghujani gurunya dengan begitu banyak pertanyaan . Apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1890, Helen mulai belajar bicara dengan menggunakan metode Tadoma. Ia juga kemudian menguasai membaca huruf Braille dalam lima bahasa: Inggris, Prancis, Jerman, Yunani dan Latin. Tahun 1904, pada umur 24 tahun, Helen lulus dari Radcliffe dengan gelar magna cum laude, menjadi orang buta pertama di seluruh dunia yang lulus dari universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen menjadi pembicara dan penulis yang amat terkenal di dunia. Ia aktivis kemanusiaan, mendirikan Helen Keller International untuk mencegah lebih banyak lagi kasus kebutaan di masyarakat. Mengelilingi lebih dari 39 negara bersama gurunya. Memiliki teman dan kolega yang amat terkenal mulai dari Lyndon B Johnson, Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin dan Mark Twain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidupnya sudah difilmkan berkali-kali. The Miracle Worker (1962), mendapatkan penghargaan Oscar untuk pemeran artis terbaik (Anne Bancroft yang memerankan Anne Sullivan), dan pemeran artis pendukung terbaik (Patty Duke yang memerankan Helen Keller).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen menulis sebelas buku dan sejumlah artikel, warisannya pada dunia. Tapi di atas itu semua, Helen mewariskan semangat hidup luar biasa yang pernah ada. Optimisme. Ia bisa melakukan banyak hal dibandingkan orang-orang yang justru bisa melihat dan bisa mendengar. Gadis kecil yang buta, tuli, (sekaligus juga bisu), yang seolah terputus dunia dan seisinya. Melakukan banyak hal! Kita? Ah, urusan ini seharusnya membuat malu dan berpikir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: catatan pada “ Moga Bunda Disayang Allah” karya tere-liye, Republika, 2006.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-7387845908204089517?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/7387845908204089517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=7387845908204089517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/7387845908204089517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/7387845908204089517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/hellen-adam-skeller.html' title='Hellen Adam Skeller'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-3708016585258977415</id><published>2008-03-12T21:11:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T20:38:34.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakekat Kemerdekaan'/><title type='text'>Hakekat Kemerdekaan</title><content type='html'>Terlepas dari tindasan penjajah asing kerap dimaknai dengan istilah merdeka. Bila dentuman bom, tembakan peluru besi, erangan manusia meregang nyawa telah hilang tiada terdengar, berarti pekikan merdeka sudah halal menggema di seluruh pelosok tanah air. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita sering keliru mengambil kesimpulan bahwa kemerdekaan adalah kebebasan diri dari tangan-tangan terorisme kolonialis bangsa asing. Sepintas kita cenderung menganggap benar bahwa merdeka identik dengan kebebasan, begitu pun sebaliknya kebebasan tentu merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sesungguhnya kemerdekaan secara hakikat adalah pengendalian diri dari jajahan nafsu semata. Saat kita berani bertarung untuk menolak bisikan nafsu syaithoni, maka upaya itulah yang berpotensi mengangkat derajat manusia di hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, ketika Islam jaya di atas dunia, ratusan bahkan ribuan orang berbondong-bondong menyatakan syahadat di hadapan Nabi. Umat muslim saat itu menganggap bahwa islam telah merdeka sehingga meraih sukses dengan kuantitas jama’ah yang kian bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata tidak demikian dalam pandangan Allah SWT. Teguran keras diwahyukan Allah kepada Baginda Muhammad di tengah keterlenaan peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, kamu melihat manusia masuk pada agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu kemudian memohon ampun. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat.” ( An-nashr 1-3 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti pesan Q.S. An-nashr di atas mengisyaratkan bahwa jumlah yang besar belum tentu menjamin kemenangan atau kemerdekaan di sisi Allah. Umat muslim justru mengalami kekalahan karena begitu yakin dengan kuantitas yang dominan akan beriring pertolongan Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sekali lagi ditegaskan bahwa kemerdekaan bukan bertolak pada kuantitas atau kekangan berekspresi yang cenderung hilang. Hakikat kemerdekaan adalah tunduk patuh terhadap titah dan perintah Alloh tanpa diperbudak nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai makna ayat di atas, bertasbih (memuji nama Allah) mengandung arti mengaplikasikan perintah-Nya dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut merupakan ekspresi rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, perjudian, uniko (usaha nipu kolot) dan lain-lain, sebagai cermin merdeka dari jajahan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wallahu’alam Bishshawab!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-3708016585258977415?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/3708016585258977415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=3708016585258977415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3708016585258977415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3708016585258977415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/hakekat-kemerdekaan.html' title='Hakekat Kemerdekaan'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-17516702614228002</id><published>2008-03-12T21:10:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T20:39:00.228-07:00</updated><title type='text'>Gadis Cilik</title><content type='html'>Dalam rangka memperingati hari anak nasional, Arnesih seorang gadis cilik tunanetra turut memeriahkannya dengan mengikuti kegiatan Popcakot. Popcakot adalah sebuah kegiatan pekan olah raga yang diperuntukan bagi pelajar penyandang cacat tingkat kota. Even tersebut berlangsung pada tanggal 26 juni 2007, bertempat di Gor Koni JABAR Jl. Pajajaran Bandung. Gadis cilik yang akrab dipanggil Arnes dengan penuh semangat dan pantang menyerah, gigih mengikuti cabang olah raga atletik kelompok umur anak bagi tunanetra. Dengan kerja kerasnya itu ia memperoleh mendali dari dua nomor lomba. Dalam nomor 50 meter putri, Arnes meraih mendali emas, serta mendali perunggu diraihnya dari nomor lompat jauh. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;restasi tersebut sungguh sangat membanggakan, karena selain tampil untuk pertama kalinya dalam even tersebut, Popcakot ini diikuti oleh anak-anak tunanetra dari seluruh kota Bandung.&lt;br /&gt;Selain gemar berolah raga dan telah menunjukan prestasi yang membanggakan, anak dengan perawakan sedang dan berkulit sawo matang ini sangat serius dalam mengikuti pendidikan formalnya. Dari senin sampai sabtu ia belajar di sekolah pada pagi hari dan mengikuti pengajian di Mesjid Ibnu Ummi Maktum pada sore harinya. Gadis cilik yang sudah mulai berjilbab ini sangat ramah dan disukai teman-temannya. Maklum, selain dikenal cerdas dan periang, Arnes pun sangat akrab dengan siapa saja.&lt;br /&gt;Di tengah kesibukan dan saratnya prestasi yang diraih, Arnes masih memiliki harapan yang sampai saat ini belum tercapai. Menurutnya, ia sangat ingin bergaul dan bermain bersama teman-temannya yang berpenglihatan “awas” sebagaimana ia sukses dengan teman tunanetranya. Arnes merasa teman-teman sebayanya yang awas kurang peduli atau belum tahu cara memperlakukan teman-teman yang tunanetra. Karena itu dalam rangka memperingati hari anak nasional ini Arnes berpesan agar teman-teman yang awas dapat memperlakukannya sebagai teman secara wajar. Arnes pun siap berbagi dengan mereka sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-17516702614228002?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/17516702614228002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=17516702614228002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/17516702614228002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/17516702614228002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/gadis-cilik.html' title='Gadis Cilik'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-3248538975821893252</id><published>2008-03-12T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:39:20.940-07:00</updated><title type='text'>FREEDOM</title><content type='html'>Warga Skotlandia mengerumuni sebuah eksekusi mati seorang laki-laki, saat itu. Ia divonis penggal karena telah mengganggu kenyamanan tirani bangsawan-bangsawan ternama di negeri itu. Sebelum dipenggal, Sang Jagal memberikan kesempatan terakhir padanya untuk mengakui kesalahan atas pemberontakan yang dilakukannya kepada pemerintah atas prima nokta dan hak istimewa lain bagi para pembesar dari pemerintah. Sejumlah senjata tajam dihentakan ke tubuhnya untuk memaksa lelaki itu mengikuti kehendak penguasa. Tidak hanya ditusukan, tapi disambitkan ke bagian abdomen sampai membelah perut. Akhirnya lelaki itu memberikan sinyal permohonan pada Sang Eksekutor. Seketika Sang Eksekutor angkat bicara. Lalu lelaki tersebut terbata mengumpulkan tenaga untuk berkata lantang “FREEEEDOOOM!!!” Tidak syak lagi, Sang Eksekutor kecewa dan kapak baja itu memutuskan kepala dari tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan. Sebuah pengakuan abadi bagi jiwa-jiwa yang lepas dari semua belenggu kecuali belenggu kebenaran hakiki. Ingat! Belenggu kebenaran hakiki. Seseorang yang bebas, hanya hidup bahkan berkedip atas dasar kebenaran hakiki. Bagaimana pun kebenaran pikiran manusia selalu menyelimutinya, merayunya dan memboyongnya ke dalam lena dan leka, Ia akan tetap berupaya memalingkan kembali pandangannya pada yang hakiki. Meskipun Ia benar-benar terpeleset menjorok ke rawa kebenaran makhluk, tak peduli seberapa parah jalan yang harus ditempuh untuk kembali, Ia yakin harus keluar dari kubangan kotor itu dan berpijak pada dataran yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang upayanya bertambah dalam, sampai jauh ke dasar rawa. Kadang juga menemukan secercah harap dari upaya yang ia susuri perlahan. Kadang ia kandas! Mungkin Ia tidak berhasil keluar dan kemudian terhenti. Mungkin Ia belum berhasil tapi ia tidak memilih berhenti. Mungkin juga Ia belum berhasil dan ia masih terus berupaya. Bisa kita lihat dia kalah dan tak terbebas dari kubangan. Padahal ia orang bebas. Benar-benar bebas dari rasa putus asa. Ia bebas dari prasangka dunia, ia bebaskan diri dari jiwa lemah dan tak berdaya. Maka pemberhentiannya adalah piagam penghargaan atas kebebasan yang ia miliki. Ia benar-benar telah dibebaskan dari segala sesuatu yang membebaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kita adalah narapidana-narapidana penjara pikiran kita sendiri. Karena malu dan rasa rendah diri yang diukir pahatan-pahatan lidah manusia dalam diri kita. Sayang seribu sayang, kita layaknya sebongkah kayu yang menerima dengan pasrah setiap cubitan-cubitan para pemahat. Seolah hidup tapi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ternyata bagian dari kebanyakan orang yang sekarang berjalan di taman-taman, pertokoan, dan pusat-pusat hiburan tanpa cahaya dalam kepalanya. Berjalan seperti orang bebas tapi terkurung dari segala aspirasi dan kehendak nurani. Menghambur kesenangan tapi terkurung senyuman dan tawa kita dalam problematika yang terus kita hindari. Bahkan kita melepas lelah dengan terus mengungkung tubuh kita dengan segudang aktivitas yang tak selayaknya diterima tubuh kita. Kita bagian dari orang-orang yang kehilangan kebenaran hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu petunjuk yang berabad silam berdengung, satu petunjuk dari satu-satunya Pencipta kita, satu petunjuk kebenaran hakiki yang diakui musuh-musuhnya sendiri, satu petunjuk yang kita lempar jauh-jauh dari kehidupan, adalah satu-satunya cahaya yang akan mengantarkan kita pada tegar dalam sedih dan derita. Dia akan mengantarkan kita pada kebahagiaan saat perjalanan begitu menyesakkan dada. Satu-satunya kunci yang akan menjadikan kita, manusia terbebas di dunia dan akhirat. Kita pelajari kembali jalan kebebasan ini dengan semua kebebasan benak dan isi hati yang mengejawantahkan keberadaan Sang Pemberi Petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-3248538975821893252?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/3248538975821893252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=3248538975821893252' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3248538975821893252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3248538975821893252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/freedom.html' title='FREEDOM'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-7663058252987274735</id><published>2008-03-12T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:39:39.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Didi Tarsidi'/><title type='text'>Tunanetra Sebentar Lagi Doktor</title><content type='html'>Haruskan keterbatasan penglihatan menjadi faktor penghambat menuntut ilmu? Belum tentu. Didi Tarsidi adalah salah satu buktinya. Meski tuna netra, ia dalam waktu dekat dapat menyelesaikan studi S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ditemui Gita, Rabu siang (25 April 2007) di ruang Mitra Netra Bandung, dosen Pascasarjana UPI ini bercerita banyak tentang kiat suksesnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pendidikan di Indonesia sempat mengalami berbagai perkembangan. Secara historis, fluktuasi zaman mengundang perubahan sistem pendidikan terutama pada masa transisi. Satu di antaranya yang pernah eksis adalah pendidikan guru tenaga teknis. Lembaga tersebut berada di bawah Bina Pendidikan. Tahun 1993/1994, pemerintah menetapkan sebuah peraturan bahwa setiap guru wajib menyelesaikan pendidikan di tingkat universitas. Peraturan tersebut memicu perubahan drastis pada jenjang pendidikan. Sekitar tahun 1994, sekolah guru pendidikan luar biasa melebur ke dalam jurusan pendidikan luar biasa di berbagai universitas. Penjaringan dosen pun dilakukan kembali lebih selektif. Kecuali Bandung, seluruh tenaga pengajar di SGPLB secara otomatis direkrut menjadi dosen PLB. Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung merupakan salah satu universitas yang berhasil mencetak ilmuwan-ilmuwan tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi Tarsidi yang tengah menulis disertasi dengan judul ”Konseling Rehabilitasi untuk Tunanetra” mengemukakan, sudah empat tunanetra yang sukses menyelesaikan tesisnya. Fakta ini menunjukan bahwa prestasi yang luar biasa dari para tunanetra.&lt;br /&gt;Memang, bila menilik kenyataan di lapangan, usia sekolah yang duduk di bangku pendidikan masih kurang dari 10%. Angka tersebut diperoleh melalui pembagian jumlah populasi penyandang cacat. Berdasarkan pola hitung, jumlah populasi penyandang cacat sangat variatif. Menurut data WHO, penyandang cacat berjumlah sekitar 10% dari populasi penduduk. Sedangkan data lain yang diberikan Departemen Sosial adalah 3,11%. Namun demikian, ada pola hitung terbaru yang lebih akurat. Amerika menggunakan rumus 0,00253/10.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah diyakini bahwa rumus hitung untuk mengetahui jumlah penyandang cacat adalah 1% dari populasi penduduk. Setelah ditelaah, jumlah tersebut sangat membengkak. Bila penduduk Indonesia sekitar 250.000.000, maka 1% dari populasi yaitu 2.500.000 orang. Angka tersebut sungguh mustahil. Di sisi lain, banyak sekolah luar biasa (SLB) mengeluh kekurangan murid.&lt;br /&gt;Didi Tarsidi yang juga Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) selain sukses meraih gelar di bidang pendidikan, ia sering diundang menjadi pembicara di berbagai acara maupun pelatihan di beberapa negara. Saat menjadi pembicara di sebuah konferensi tentang pendidikan tinggi bagi penyandang cacat tahun 2004 di Jepang, ICV sebagai lembaga yang memiliki misi mengembangkan pendidikan bagi tunanetra, menunjukkan sikap simpati setelah membaca tulisan berjudul pendidikan tinggi bagi tunanetra di Indonesia. Tentu siapa lagi kalau bukan Tarsidi yang menulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tinggi sangat penting bagi tunanetra. Hanya tunanetra berpendidikan tinggi yang ditaksir mampu mengubah persepsi masyarakat. Demikian gagasan yang muncul dalam ICV saat kegiatan konfrensi tersebut. Selanjutnya, ICV bekerja sama dengan Nippon Foundation (penyandang dana dalam mewujudkan misi berupa realisasi program) menjadikan Indonesia sebagai percontohan untuk memulai projek tersebut. Dua tempat yang dipilih sebagai lembaga pelaksana yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Mitra Netra Jakarta. Sedangkan Pertuni ditunjuk sebagai agen koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun realisasi projek tersebut berupa pendirian Pusat Pelayanan Internet. Beberapa program yang dikembangkan melalui pusat pelayanan internet meliputi: Orientasi mobilitas, aksesibilitas teknologi serta aksesibilitas bacaan. Program orientasi mobilitas bagi tunanetra lebih menitikberatkan pada penggunaan alat yang sudah ada, seperti tongkat dan modifikasi peta. Hanya pemanfaatan sumber daya teknologi komputer misalnya, dilengkapi dengan software Jaws. Software ini mampu menerjemahkan setiap tampilan komputer melalui suara, sehingga tunanetra dapat menyimak ketika mengoprasikannya. Sedangkan program akses bacaan menggunakan fasilitas cd atau audio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati beberapa fasilitas teknologi seperti komputer sudah dapat diakses tunanetra, masih banyak terjadi kasus pelecehan terhadap kapasitas para tunanetra sebagai makhluk berpotensi. Berikut contoh kasus yang sepatutnya dijadikan bahan renungan:&lt;br /&gt;Pendidikan inklusif yang dicanangkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sejak tiga tahun lalu ternyata pada praktiknya diabaikan sejumlah sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat. Kasus yang dialami Hendra Kusumah, penyandang tunanetra lulusan SMK VI, Jln. Pajajaran No. 52 Bandung, kepada "PR", Selasa (17/8), adalah salah satu contohnya. Hendra mengatakan bahwa pihak STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung tidak mengizinkan dirinya kuliah di jurusan karawitan dengan alasan ia seorang tunanetra. Kasus itu menunjukkan bahwa pendidikan masih bersifat eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Padahal UUD 1945 jelas-jelas menyebutkan bahwa pendidikan adalah hak semua orang, termasuk orang-orang yang berkebutuhan khusus. "Padahal saya punya basic musik dan sekarang ingin sekali mendalami lebih jauh musik etnis, dalam hal ini karawitan. Jurusan ini, hanya ada di STSI. Tetapi, sayangnya STSI menolak dengan alasan saya seorang tunanetra dan STSI tidak punya peralatan dan SDM untuk mahasiswa tunanetra. Menurut saya itu alasan yang dibuat-buat. Tidak perlu ada guru khusus. Yang diperlukan hanya partitur musik dalam huruf Braille dan saya sudah punya itu," kata Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kata Hendra, alasan STSI menolak dirinya merupakan bentuk diskriminasi sekolah tersebut terhadap orang-orang yang berkebutuhan khusus. "Selain itu, kebijakan yang dibuat STSI tersebut adalah langkah mundur," katanya menambahkan. Pasalnya, sejumlah PT seperti UPI, Unpad telah menerima orang-orang berkebutuhan khusus. "Bukankah pendidikan itu hak semua orang. Ini jelas pelanggaran HAM," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat penolakan STSI tersebut, Hendra tidak bisa bersekolah sesuai harapan dan talenta musik yang dimilikinya. Mengenai kasus Hendra ini, Kasubdin Pendidikan Luar Biasa Disdik Provinsi Jabar Euis Karwati, mengakui bahwa ia telah menerima laporannya dan juga telah berbicara kepada Hendra. Dijelaskan, berkaitan dengan implementasi pendidikan inklusif, STSI tidak punya alasan untuk menolak orang-orang yang berkebutuhan khusus untuk kuliah di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Saya sudah mengirimkan surat kepada Direktur STSI Arthur Nalan, dan tembusannya ditujukan ke Direktorat Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Mendiknas," katanya. Karena itu, Euis menunggu tindakan nyata dari STSI berkaitan dengan penolakan sekolah tersebut terhadap siswa berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ketika dimintai tanggapannya tentang kasus Hendra, Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia, Drs. Didi Tarsidi, M.Pd., yang juga dosen PLB di UPI, menyatakan sangat prihatin dan menyayangkan tindakan yang dilakukan STSI. "Perlakuan STSI yang menolak Hendra merupakan pelanggaran terhadap UUD 1945 dan juga UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa pendidikan adalah hak semua orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, selama ini kebutuhan pendidikan orang-orang berkebutuhan khusus masih termarginalkan akibat adanya sikap-sikap diskriminatif yang mengganggap orang-orang berkebutuhan khusus, orang-orang yang tidak mampu. "Ini persepsi yang salah. Justru banyak orang berkebutuhan khusus memiliki talenta dan kemampuan yang luar biasa. Mereka bukan orang yang tidak mampu melakukan apa pun," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi lain terhadap tunanetra adalah kapasitas berumah tangga, termasuk mengurus serta mendidik anak-anak. Didi Tarsidi sebagai kepala rumah tangga dan seorang ayah dari dua orang putra, mengakui bahwa persepsi masyarakat akan dapat diubah seiring upaya para tunanetra untuk membuktikan berbagai kemampuannya. Didi Tarsidi menyatakan "Hukum minoritas di mana pun akan tetap sama. Maksudnya, bila tunanetra sebagai kelompok minoritas melakukan hal yang kurang wajar seperti mencuri, maka persepsi yang berkembang di kalangan masyarakat adalah, tunanetra pencuri.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai kemampuan tunanetra dalam membina serta mendidik keluarga dan putra-putrinya, Didi Tarsidi mengungkapkan berbagai pengalaman bersama istri tercinta. Anak merupakan amanah Tuhan, Sang Maha Pencipta sebagai karunia terindah dalam kehidupan. Anak perlu dihargai dari segi individualis dan psikologis. Kebebasan menentukan pilihan dengan segala pertimbangan sesuai kapasitas ilmu yang dimilikinya, patut mendapat acungan jempol kedua orang tua. Upaya tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir serta tingkat kepercayaan sang anak. Sebagai orang tua, Didi Tarsidi memberikan ruang luas bagi anaknya untuk menentukan keputusannya sendiri. Orang tua hanya memiliki pendapat sebatas mengarahkan tanpa memaksakan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai upaya pembinaan pendidikan anak, Didi Tarsidi didampingi istri tercinta senantiasa memperhatikan perkembangan anak, baik secara sosial maupun emosional. Bila buah hati tengah belajar, Ibu Wacih --nama istri Tarsidi-- selalu berada di sebelahnya. Saat anak belajar membaca, sang Ibu terus memperhatikan kemampuan anak merangkai huruf melalui indra pendengaran. Perlu diketahui bahwa istri Tarsidi adalah seorang tunanetra pula. Jika dibayangkan, mungkin sangat mustahil kedua orang tua tunanetra mampu mengurus serta mendidik putra-putrinya. Namun fakta berbicara lain, perkembangan dan pertumbuhan anak tercinta tidak harus bergantung pada visual untuk mengawasinya. Bukti konkret keberhasilan Didi Tarsidi bersama istri, kedua anak mereka telah sukses mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-7663058252987274735?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/7663058252987274735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=7663058252987274735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/7663058252987274735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/7663058252987274735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/tunanetra-sebentar-lagi-doktor.html' title='Tunanetra Sebentar Lagi Doktor'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-3154809860697274129</id><published>2008-03-12T18:57:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T20:39:58.255-07:00</updated><title type='text'>Beladiri Tunanetra</title><content type='html'>Hai, Gita punya kabar lho! Ternyata tunanetra mampu menguasai seni         beladiri. Penasaran kan??? Melalui kunjungan Gita 14 Mei 2007, diperoleh         informasi mengenai proses pelatihan beladiri bagi tunanetra di PSBN Wyataguna         Bandung. Beladiri ini disebut dengan istilah Merpati putih. Pengaturan         nafas dan beberapa gerakan olah raga, itulah yang menjadi ciri khas Merpati         Putih. Jawa tengah merupakan wilayah pertama pencetus lahirnya seni beladiri         Merpati Putih.&lt;br /&gt; Bagaimana tunanetra bisa menangkap intruksi saat berlatih???&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Unik lho! Sang guru memperagakan satu gerakan kemudian seluruh peserta mengamatinya   dengan diraba. Bila dirasa tunanetra dapat mengerti, intruksi dipaparkan secara   lisan. Apa lagi ketika gurunya seorang perempuan. Sepertinya tidak memungkinkan   untuk diraba, terlebih oleh tunanetra pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pelatihan beladiri bagi tunanetra ini dipandu tiga orang, berasal dari Persatuan   Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Menurut Muhammad Soleh salah satu peserta   pelatihan bahwa beladiri ini sangat membantu bagi tunanetra untuk mengetahui   keadaan sekitar seperti lika liku jalan. Hebat kan!!! Tunanetra bisa berjalan   seolah melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun waktu pelatihan dilaksanakan dua kali dalam satu minggu. Minggu malam   dan senin malam setiap jam 7 sampai selesai. Bertempat di gedung Auditorium   PSBN Wyataguna jl. Pajajaran 52 Bandung. Sebelum berlatih pada gerakan yang   lebih berat, instruktur mengadakan sebuah pemanasan ringan. Seluruh peserta   berdiri tegak sempurna, kemudian melakukan beberapa gerakan tangan. Selanjutnya   materi latihan secara bertahap terus meningkat hingga tiga tahun. (Imam/ Hani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-3154809860697274129?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/3154809860697274129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=3154809860697274129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3154809860697274129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/3154809860697274129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/beladiri-tunanetra.html' title='Beladiri Tunanetra'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6733365870289245228.post-42308949143840854</id><published>2008-03-12T18:53:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:40:21.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangkit'/><title type='text'>Bangkit dari Kegagalan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pernah ngerasa kesal, nyesel abis, BeTe Buanget n…. saparakanca         dirasakan meremukkan hati dan jiwa? Pasalnya, apa yang kita lakukan dan         usahakan sia-sia gara-gara kecerobohan kita, apalagi kalau penyebabnya         orang lain. DIJAMIN! Pasti Dian Pisesa akan teringiang-ngiang berlantun         di kepala “Hancur hatiku mengenang dikau …”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;p&gt;Aduuuuh! Rugi dong! Sudah gagal menyiksa diri sendiri. Kenapa? Sebab … gagal         pasti dialami setiap orang. Perkara kegagalan itu besar atau tidak bagaimana         kita menyikapinya. Klasik siy, tapi ini taktik buat kita tidak terbalik         ke pintu malaikat Malik.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Perhatikan! Di dunia ini hanya ada satu kegagalan besar. Begitu kata         orang-orang sufi yang terus berupaya mengenal Allah. Kegagalan terbesar         adalah gagal mengakui Allah! Gagal mengakui Allah sebagai pemilik segalanya.         Gagal mengakui Allah Yang Maha Pengampun. Gagal mengakui Allah yang Maha         Mengatur. Gagal mengakui Allah punya semua jalan keluar terumit dan Gagal         Mengakui Allah selalu bersama kita meski dalam keadaan Bermaksiat kepadanya.         Ya! Bahkan saat kita bermaksiat!&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Tidak jarang kita saksikan kasih sayang Allah menyelamatkan para pendosa         dan menjadi manusia-manusia yang bertobat sebenarnya. Hanya dengan satu         syarat. Buka mata hati kita untuk melihat dan menerima kasih sayang Allah,         lalu syukuri dengan bangkit dari kegagalan.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Jika kita bilang ini sulit, tentu akan lebih sulit jika kita terus berpikir         ini sulit. Lebih baik cari jalan lain supaya kita bisa meninggalkan kegagalan         dan membuat satu terobosan baru yang dapat bermanfaat buat semua orang         termasuk kita sendiri. &lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Ada beberapa langkah yang bisa kita tapaki:&lt;/p&gt;       &lt;ol&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt;        Sadari semua kejadian di dunia ini atas skenario Allah.&lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt;Cari               terlebih dulu kesalahan, lalu cari cara yang bisa kita lakukan             untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Gunakan otak kanan lebih banyak           untuk merilekskan urat syaraf.&lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt;Hindari “sosok” si                 pembuat kesalahan, biasanya ini akan menjebak kita. Bentuk jebakannya                 bisa teridentifikasi dengan memanasnya                 suasana psikologis di sekitarnya sehingga bisa memancing emosi                 yang meledak-ledak. Ini berbahaya untuk mendapatkan jalan keluar                 yang terbaik, karena emosi                 semacam ini membawa api. Kalau ini terjadi, kata rasul “berwudhulah” pasti                 si Api akan padam dan kita selesaikan permasalahan yang kita             hadapi dengan lebih tenang. Mantep tenan!&lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt;Kalau dapat terselesaikan,                   tutup buku! Hindari menyediakan buku hitam. Kecuali kamu seorang                   qodi yang adil dan tidak dapat                   terprovokasi                   anak-anak               Api.&lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt;Kalau bentuk kegagalan yang kita hadapi berkaitan dengan                     tindak pidana dan perdata yang harus diselesaikan dengan             prosedur tertentu.                     Jalani                     prosedur itu. Kalau … ternyata tidak dapat diselesaikan                     dengan prosedur kekeluargaan, selesaikan dengan jalur hukum.                     Kalau menerima                     ketidak-adilan, kembali pada poin 1. Kata Aa Gym, “Pasti                     ada hikmahnya”,                 asal jangan kita yang berbuat tidak adil. &lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt; Tetep melek!                       Jangan tidur dan terlena dengan kesedihan dan rasa sakit                       hati. Seperti kata Bang Roma “berduka boleh berduka,                   sedukanya saja, merana boleh merana serananya saja.”&lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p&gt;Tetap                         mengingat Allah dengan berdo’a. Nah … hafalin tuh                         do’a dalam perkara. Gampang aja. Hasbunallah Wani’mal wakiil,                     ni’mal maulaa wani’man nashiir&lt;/p&gt;         &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p&gt;Ok! Kamu harus sadar betul bahwa tidak ada kesempurnaan, baik dalam         diri orang lain apalagi diri kita sendiri. Terima saja orang apa adanya.         Jalani hari-harimu sekemampuanmu. Kalau kamu kecewa sama orang lain jangan         lama-lama. Karena sesuatu yang kamu benci dari orang lain adalah bagian         dari diri kamu sendiri. Begitupun sesuatu yang kita sukai dari orang         lain bagian dari diri kita juga. Pilih saja mau banyak hawa baik atau         hawa buruk? It’s up to you.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;          Sekarang … satu lagi yang mesti kita hadapi. Setiap kali kita           mengalami kegagalan, kita pasti punya rekamannya dalam diri kita. Ini           secara nggak sadar kita simpan. Hanya saja kita bisa ulas kembali rekaman           ini dengan sebuah kesengajaan untuk menyiksa diri atau untuk mencari           pembelaan diri dari kesalahan atau kegagalan, padahal sebenarnya harus           kita sadari betul bahwa kita sudah mengalaminya. Kita harus sadar,           kita sudah mengalami kegagalan. Tetapi kita tidak berhak men judge           diri kita sebagai orang-orang yang kalah. Justru kita harus berpikir           bahwa kita bisa memperbaiki ini. Ingat dong … kita ada di dunia           ini untuk berusaha … berusaha dan berusaha dengan benar. Bukan           untuk menjadi orang yang selalu benar. Berusaha tidak perlu selamanya           benar, karena kita tidak tahu, semua yang akan terjadi di dunia ini.           Hanya, kita harus benar-benar berusaha benar.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Buat yang cepat melancolis dan introvert, jangan sering-sering jadikan         kesalahan sebagai racun buat diri sendiri dengan membolak-balikan rekaman         kegagalan sendirian. Ujung-ujungnya bisa keenakan bergaul dengan dunia         penyesalan yang tidak biasa alias putus asa. Tapi buat orang-orang ekstrovert,         yang pede abis, super berani dan tegar, Keep your head! Tidak semua bisa         pakai nalar!&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Time is up! Kayaknya gak bakalan habis kalau terus mikir cari jalan         keluar. Just wake Up MEN ! Bangkit … bangkit … bangkit … !!!         Sebentar lagi kita bakal pulang lho! Masak mau pulang ke rumah abadi         kok loyo!&lt;/p&gt;       Perhatian! segala kesempurnaan adalah milik Allah semata. Segala kekurangan         adalah miliki kita semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6733365870289245228-42308949143840854?l=gitasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitasmart.blogspot.com/feeds/42308949143840854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6733365870289245228&amp;postID=42308949143840854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/42308949143840854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6733365870289245228/posts/default/42308949143840854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitasmart.blogspot.com/2008/03/bangkit-dari-kegagalan.html' title='Bangkit dari Kegagalan'/><author><name>Ikki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09357176647823731281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-JKX6RbEyhyg/TXctiFjJjVI/AAAAAAAABQk/XD_CeM5bb7Y/s220/dgdh.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
