Malam kelam
Kumenangis dan tersiksa
Tak tahu Ia di mana
Rindu membuat kuterpejam dengan-Nya
Mana jalan-Nya?
Mana Sang Ilahi?
Mana jernihnya sanubari?
Tiap tetesan air mata
Sangat berarti untukku
Kubenci kebenaran
Sebelum kudapati cahaya kehidupan
Khawatirku karenanya
Nyawa tiada tinggalkan kelam
Jasad terbujur terbalut dosa
Menanti bisikan syurgawi dalam bingkai keimanan
Jumat, 04 Februari 2011
Rinduku pada-Nya
Label:
Rinduku pada-Nya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar