Rabu, 12 Maret 2008

Proses itu ...

Syahdan dahulu kala di sebuah perdesaan yang subur dan makmur, diceritakan ada seorang petani yang sedang mengerjakan sawahnya. Ia berpikir, padinya harus tumbuh lebih cepat dari padi milik orang lain. Semua cara sudah ia lakukan dengan baik. Namun hasil yang diharapkan rasanya masih jauh. Lalu ia memutar otaknya dan ia menemukan sebuah ide.

Petani itu kemudian bergegas menuju sawahnya dan mulai mengerjakan idenya. Dengan penuh semangat ia melangkah turun kesawah, kemudian ia menarik tanaman padi yang masih pendek itu. Pikirnya dengan sedikit menarik tanaman padinya, padi itu akan sedikit terlihat lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan padi orang lain.

Ia kembali ke rumahnya. Dia menceritakan kepada anak istrinya dan seluruh keluarganya bahwa tanaman padinya kini tumbuh dengan baik bahkan lebih dari tanaman yang lain. Beberapa hari kemudian tanaman padi itu semakin layu dan akhirnya mati, karena akarnya yang masih belum kuat tercabut dari tanah.

Sahabat, dalam menjalani hidup ini, terkadang kita sering merasa bahwa kita telah melakukan sesuatu, sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Namun hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Segenap kemampuan yang kita miliki sudah dikerahkan , namun hanya lelah yang kita dapatkan. Proses waktu begitu lama sehingga banyak merampas kesabaran kita. Disinilah kita dituntut untuk memahami bahwa kita hanya bisa untuk melakukan apa yang disebut proses. Hasil final ditentukan oleh Dzat yang Maha Menentukan.

Keangkuhan diri, membuat kita merasa segala yang kita lakukan, mutlak muncul dari diri kita sendiri. Keadaan ini semakin tumbuh subur dalam jiwa bahkan berkerak di relung hati. Sebagai akibatnya segala yang kita lakukan ingin serba instan. Tidak peduli jalan yang ditempuh itu salah atau benar, sesuai atau tidak, haram atau halal. Orientasinya hanyalah hasil. Sesaat memang terlihat menampakan hasil, namun kenyataannya hampa tanpa makna.

Sahabat, ketidakberdayaan kita menghadapi sang waktu merupakan salah satu wujud dari ketundukkan makhluk terhadap Sang Khalik. Detik demi detik berlalu tanpa bisa kita hentikan. Menit demi menit berjalan tanpa bisa kita percepat. Kita hanya diberi kesempatan untuk menggunakannya, untuk apa saja . Dan pertanggungjawabannya menanti di hadapan. (Ipan Hidayatullah)

Tidak ada komentar:

Free Domain Names @ .co.nr!