Suatu saat saya akan mengambil air wudu. Ketika salah satu pancuran di tempat wudu itu saya buka, ternyata krannya rusak. Kran itu tidak mengeluarkan air setetes pun, kering, tak ada basah sedikit pun. Terpaksa saya berpindah ke pancuran yang lainnya. Saat kran lain dibuka, keluarlah air dengan derasnya, lalu saya perkecil agar tidak habis begitu saja. Mungkin seringkali kejadian sehari-hari seperti ini.
Sahabat, semua yang terjadi dalam kehidupan kita pasti bukan tanpa maksud. Sesuatu yang lumrah terjadi, begitu saja luput dari perhatian kita. Air mengalir pasti melalui salurannya dan untuk mengaturnya dibutuhkan kran agar terkontrol sesuai dengan kebutuhan. Besar kecilnya air diatur oleh kita dengan batuan kran. Sesaat cara kerja kran ini sangat sederhana, namun sangat bermanfaat bagi kita. Bahkan ketika kran itu berfungsi dengan baik, ia akan dialirii oleh air dan sedikit banyaknya air pun akan membasahinya.
So, Sudahkah kita menjadi kran yang baik? menjadi jalan kebaikan bagi semua orang? Tentunya jika kita berbuat sesuatu pasti akan kembali lagi pada diri kita sendiri.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia tiada hanya tinggal amal”
Rabu, 12 Maret 2008
Kran Kehidupan
Label:
kran kehidupan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar