Rabu, 12 Maret 2008

Hakekat Kemerdekaan

Terlepas dari tindasan penjajah asing kerap dimaknai dengan istilah merdeka. Bila dentuman bom, tembakan peluru besi, erangan manusia meregang nyawa telah hilang tiada terdengar, berarti pekikan merdeka sudah halal menggema di seluruh pelosok tanah air. Benarkah demikian?

Kita sering keliru mengambil kesimpulan bahwa kemerdekaan adalah kebebasan diri dari tangan-tangan terorisme kolonialis bangsa asing. Sepintas kita cenderung menganggap benar bahwa merdeka identik dengan kebebasan, begitu pun sebaliknya kebebasan tentu merdeka.

Saudaraku, sesungguhnya kemerdekaan secara hakikat adalah pengendalian diri dari jajahan nafsu semata. Saat kita berani bertarung untuk menolak bisikan nafsu syaithoni, maka upaya itulah yang berpotensi mengangkat derajat manusia di hadapan Allah SWT.

Ingat, ketika Islam jaya di atas dunia, ratusan bahkan ribuan orang berbondong-bondong menyatakan syahadat di hadapan Nabi. Umat muslim saat itu menganggap bahwa islam telah merdeka sehingga meraih sukses dengan kuantitas jama’ah yang kian bertambah.

Namun ternyata tidak demikian dalam pandangan Allah SWT. Teguran keras diwahyukan Allah kepada Baginda Muhammad di tengah keterlenaan peristiwa tersebut.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, kamu melihat manusia masuk pada agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu kemudian memohon ampun. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat.” ( An-nashr 1-3 )

Inti pesan Q.S. An-nashr di atas mengisyaratkan bahwa jumlah yang besar belum tentu menjamin kemenangan atau kemerdekaan di sisi Allah. Umat muslim justru mengalami kekalahan karena begitu yakin dengan kuantitas yang dominan akan beriring pertolongan Alloh SWT.

Saudaraku, sekali lagi ditegaskan bahwa kemerdekaan bukan bertolak pada kuantitas atau kekangan berekspresi yang cenderung hilang. Hakikat kemerdekaan adalah tunduk patuh terhadap titah dan perintah Alloh tanpa diperbudak nafsu.

Sesuai makna ayat di atas, bertasbih (memuji nama Allah) mengandung arti mengaplikasikan perintah-Nya dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut merupakan ekspresi rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

Jauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, perjudian, uniko (usaha nipu kolot) dan lain-lain, sebagai cermin merdeka dari jajahan nafsu.


“ Wallahu’alam Bishshawab!”

Tidak ada komentar:

Free Domain Names @ .co.nr!