Rabu, 12 Maret 2008

Beladiri Tunanetra

Hai, Gita punya kabar lho! Ternyata tunanetra mampu menguasai seni beladiri. Penasaran kan??? Melalui kunjungan Gita 14 Mei 2007, diperoleh informasi mengenai proses pelatihan beladiri bagi tunanetra di PSBN Wyataguna Bandung. Beladiri ini disebut dengan istilah Merpati putih. Pengaturan nafas dan beberapa gerakan olah raga, itulah yang menjadi ciri khas Merpati Putih. Jawa tengah merupakan wilayah pertama pencetus lahirnya seni beladiri Merpati Putih.
Bagaimana tunanetra bisa menangkap intruksi saat berlatih???


Unik lho! Sang guru memperagakan satu gerakan kemudian seluruh peserta mengamatinya dengan diraba. Bila dirasa tunanetra dapat mengerti, intruksi dipaparkan secara lisan. Apa lagi ketika gurunya seorang perempuan. Sepertinya tidak memungkinkan untuk diraba, terlebih oleh tunanetra pria.

Pelatihan beladiri bagi tunanetra ini dipandu tiga orang, berasal dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Menurut Muhammad Soleh salah satu peserta pelatihan bahwa beladiri ini sangat membantu bagi tunanetra untuk mengetahui keadaan sekitar seperti lika liku jalan. Hebat kan!!! Tunanetra bisa berjalan seolah melihat.

Adapun waktu pelatihan dilaksanakan dua kali dalam satu minggu. Minggu malam dan senin malam setiap jam 7 sampai selesai. Bertempat di gedung Auditorium PSBN Wyataguna jl. Pajajaran 52 Bandung. Sebelum berlatih pada gerakan yang lebih berat, instruktur mengadakan sebuah pemanasan ringan. Seluruh peserta berdiri tegak sempurna, kemudian melakukan beberapa gerakan tangan. Selanjutnya materi latihan secara bertahap terus meningkat hingga tiga tahun. (Imam/ Hani)

Tidak ada komentar:

Free Domain Names @ .co.nr!